Rupiah Dibuka Menguat Hari Ini (26/1) ke Level Rp16.782 per Dolar AS
Rupiah menguat 0,23% ke Rp16.782 per dolar AS pada 26 Januari 2026, didukung penguatan mata uang Asia lainnya. Sementara itu, dolar AS melemah 0,44%.
(Bisnis.Com) 26/01/26 09:28 113957
Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka menguat pada perdagangan hari ini, Senin (26/1/2026). Bersamaan dengan itu, mayoritas mata uang lainnya di Asia turut berkinerja menguat terhadapGreenback.
Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.07 WIB, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka menguat 0,23% ke Rp16.782. Sementara itu, indeks yang mengukur kinerja dolar AS turut terkoreksi 0,44% ke posisi 97,16.
Selain rupiah, penguatan juga dialami oleh yen Jepang yang naik 0,89%, dolar Hong Kong naik 0,01%, dolar Singapura menguat 0,25%, dolar Taiwan menguat 0,42%, won Korea menguat 1,38%, peso Filipina menguat 0,13%, yuan China menguat 0,08%, atau ringgit Malaysia yang menguat 0,89%.
Sebaliknya, pelemahan dialami oleh rupee India yang terkoreksi 0,36% dan baht Thailand yang terkoreksi 0,08%.
Sebelumnya diberitakan, Pengamat Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi menjelaskan saat ini pasar menunggu pilihan Presiden AS, Donald Trump untuk Ketua Fed berikutnya yang menggantikan Jerome Powell. Ketua The Fed yang lebih lunak akan meningkatkan spekulasi tentang penurunan suku bunga lebih lanjut tahun ini.
Selain itu, data ekonomi AS terbaru juga menunjukkan bahwa perekonomian berjalan lebih baik dari yang diperkirakan. Produk Domestik Bruto (PDB) untuk kuartal III/2025 melebihi perkiraan.
Pada saat yang sama, pasar tenaga kerja menunjukkan tanda-tanda stabilitas daripada pelemahan, seperti yang ditunjukkan oleh para pejabat Federal Reserve (Fed). Oleh karena itu, ekspektasi penurunan suku bunga pada pertemuan 27-28 Januari kemungkinan sudah tidak berlaku lagi.
Donald Trump juga melunakkan ancamannya terhadap Greenland setelah Trump mengatakan dia telah mengamankan akses total dan permanen AS ke Greenland dalam kesepakatan dengan NATO.
Sementara itu, para pemimpin Uni Eropa akan mempertimbangkan kembali hubungan dengan AS pada pertemuan puncak darurat pada hari Kamis, setelah ancaman Trump tentang tarif dan bahkan tindakan militer untuk memperoleh Greenland sangat mengguncang kepercayaan dalam hubungan transatlantik.
Trump juga mengatakan dia berharap tidak akan ada tindakan militer AS lebih lanjut di Iran, tetapi menambahkan AS akan bertindak jika Iran melanjutkan program nuklirnya.
Dari dalam negeri, Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) meminta Bank Indonesia (BI) untuk berhati-hati dalam melakukan intervensi rupiah di pasar valuta asing, seraya menegaskan nilai tukar rupiah harus tetap berfungsi sebagai peredam guncangan utama di tengah tingginya ketidakpastian global.
IMF menilai pengaturan nilai tukar Indonesia masih mengambang secara de facto. Artinya, secara praktik, rupiah dibiarkan bergerak mengikuti mekanisme pasar, dengan pergerakan rupiah yang signifikan selama episode tekanan eksternal terbaru.
Dalam kondisi tersebut, BI menerapkan intervensi valuta asing (foreign exchange intervention/FXI) untuk mengelola volatilitas nilai tukar. IMF mencatat intervensi dilakukan melalui berbagai instrumen, mulai dari pasar spot valuta asing, domestic non-deliverable forward (DNDF), hingga intervensi non-deliverable forward (NDF) di luar negeri.
Namun demikian, IMF menekankan intervensi harus dilakukan secara bijaksana dan terukur.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#rupiah-menguat #nilai-tukar-rupiah #dolar-as #kurs-rupiah #mata-uang-asia #penguatan-yen-jepang #dolar-hong-kong #dolar-singapura #dolar-taiwan #won-korea #peso-filipina #yuan-china #ringgit-malaysia #n-a