Strategi Selamat Sempurna (SMSM) Jaga Margin Laba saat Rupiah Jeblok
PT Selamat Sempurna Tbk. (SMSM) optimis menjaga margin laba meski rupiah melemah, dengan strategi ekspor dan natural hedging, serta target pertumbuhan single digit di 2026.
(Bisnis.Com) 23/01/26 14:55 112151
Bisnis.com, JAKARTA — PT Selamat Sempurna Tbk. (SMSM) optimistis mampu menjaga stabilitas margin laba di tengah tekanan nilai tukar rupiah yang sempat menembus level Rp16.900 per dolar Amerika Serikat (AS).
Sebagai emiten komponen otomotif dengan orientasi ekspor, perseroan melihat adanya peluang dari penguatan mata uang dolar AS terhadap kinerja pendapatan tahun berjalan.
Vice President Director Selamat Sempurna Ang Andri Pribadi menyampaikan bahwa ketergantungan industri terhadap bahan baku impor memang menjadi tantangan bagi sektor komponen otomotif.
Meski demikian, depresiasi rupiah memberikan keuntungan kompetitif karena sebagian besar pendapatan perseroan tercatat dalam denominasi dolar AS.
“Pelemahan nilai tukar rupiah memberikan keuntungan bagi perseroan yang memiliki orientasi ekspor karena sebagian besar pendapatan SMSM dalam dolar AS,” ujar Ang Andri saat dihubungi Bisnis, Jumat (23/1/2026).
Untuk memitigasi dampak volatilitas kurs terhadap biaya operasional, SMSM telah menerapkan strategi natural hedging. Skema ini dimungkinkan karena nilai penjualan ekspor jauh lebih besar dari pembelian bahan baku impor.
Selain perlindungan alami tersebut, Ang Andri menyatakan bahwa perseroan juga menempuh langkah proteksi tambahan melalui instrumen keuangan.
“Perseroan melakukan forward contract sesuai kebutuhan operasional untuk memenuhi kebutuhan rupiah dan menjaga stabilitas margin,” pungkasnya.
Dari sisi produksi, SMSM secara konsisten mengelola pembelian bahan baku impor dengan prinsip efisiensi. Perseroan turut memacu pemenuhan kebutuhan komponen secara mandiri atau menambah porsi pembelian dari dalam negeri.
Menghadapi dinamika geopolitik dan tantangan makroekonomi pada 2026, produsen filter dan radiator ini tetap mematok target kinerja yang positif.
Ang Andri menyatakan bahwa perseroan membidik pertumbuhan pendapatan dan laba bersih pada level single digit untuk tahun buku 2026.
“Perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih pada level single digit pada 2026, dengan tetap menjaga profitabilitas dan keberlanjutan kinerja usaha di tengah dinamika geopolitik,” ungkapnya.
Di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI), saham SMSM kini berada di level Rp1.760 hingga perdagangan sesi I hari ini. Harga tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 0,86% sejak awal tahun dan melemah 0,28% dalam sepekan.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#strategi-selamat-sempurna #margin-laba #rupiah-melemah #komponen-otomotif #orientasi-ekspor #penguatan-dolar-as #natural-hedging #forward-contract #bahan-baku-impor #efisiensi-produksi #pertumbuhan-pe