Rupiah Ditutup Menguat ke Rp16.936 saat Dolar AS Loyo
Rupiah menguat 0,26% ke Rp16.936 per dolar AS, didorong sentimen risk on terkait pembicaraan Greenland, meski dibayangi isu domestik dan global.
(Bisnis.Com) 22/01/26 15:36 110840
Bisnis.com, JAKARTA — Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini, Kamis (22/1/2026) ditutup menguat, diikuti penguatan sejumlah nilai mata uang di kawasan Asia.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup menguat 44 basis poin atau sebesar 0,26% menuju level Rp16.936 per dolar AS. Sementara indeks yang mengukur kinerja dolar bertengger ke level 98,76.
Selain rupiah, dolar Singapura menguat 0,05%, peso Filipina yang menguat 0,20%, rupee India naik sebesar 0,8%, yuan China menguat tipis 0,02%, ringgit Malaysia juga menguat tipis 0,09%.
Sementara itu, yen Jepang terhadap dolar AS justru terkoreksi 0,3%, won Korea melemah sebesar 0,27%, baht Thailand terdepresiasi 0,46%.
Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pergerakan rupiah kembali menguat terhadap dolar AS di tengah sentimen risk on oleh harapan pembicaraan seputar Greenland.
Namun demikian, lanjutnya, penguatan lebih lanjut mungkin akan sulit mengingat sentimen negatif domestik seputar independensi Bank Indonesia dan defisit fiskal masih membayangi.
Investor ke depan akan menantikan dan revisi final Produk Domestik Bruto AS dan inflasi PCE AS malam ini.
Dengan demikian, pada perdagangan besok Jumat (22/1/2026), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan bergerak dalam kisaran Rp16.850-Rp16.950.
Direktur Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi mengatakan sentimen global terhadap rupiah saat ini dipengaruhi oleh kekhawatiran Eropa terhadap sikap keras dan ancaman perdagangan dari Washington terkait isu Greenland.
Sementara sentimen domestik datang dari Bank Indonesia yang memutuskan menahan suku bunga acuan, BI Rate pada level 4,75% pada Desember 2025. Sementara itu, suku bunga deposit facility tetap bertahan sebesar 3,75% dan suku bunga lending facility di 5,5%. Keputusan ini konsisten menjaga rupiah di tengah ketidakpastian global dengan memperkuat efektivitas transmisi moneter dan makroprudensial untuk jaga stabilitas dan dorong ekonomi ke depan.
Kendati mempertahankan suku bunga pada bulan Januari ini, BI masih menegaskan bahwa ruang penurunan suku bunga terbuka lebar.
Pada perdagangan Jumat (23/1/2026), dia memperkirakan mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp16.930 - Rp16.950 per dolar AS.
#rupiah-menguat #nilai-tukar-rupiah #dolar-as #kurs-rupiah #rupiah-hari-ini #rupiah-terhadap-dolar #penguatan-rupiah #rupiah-terkini #pergerakan-rupiah #sentimen-global-rupiah #bank-indonesia #suku-bun