Takut Diserang Iran, Israel Teriak Minta Tolong ke Donald Trump

Takut Diserang Iran, Israel Teriak Minta Tolong ke Donald Trump

Israel meminta Donald Trump menunda serangan ke Iran karena khawatir sistem pertahanan mereka yang lemah tidak mampu menahan serangan balasan dari Iran.

(Bisnis.Com) 18/01/26 13:03 106337

Bisnis.com, JAKARTA - Israel disebut takut menghadapi kemungkinan serangan Iran karena mereka merasa sedang dalam kondisi lemah.

Benjamin Netanyahu disebut telah menelepon Donald Trump untuk mendesaknya agar menunda pengeboman Iran karena, menurut laporan, Israel merasa rentan terhadap serangan balasan Iran.

Dilansir dari Consortium News, Israel khawatir bahwa sistem pertahanan udaranya, yang telah melemah akibat serangan Iran dalam perang 12 hari Juni lalu, belum cukup dipulihkan untuk menahan respons kuat Teheran jika ocehan publik Donald Trump membuatnya membom Iran.

Oleh karena itu, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menelepon Trump pada hari Rabu untuk memintanya mundur sampai Israel siap.

Kabar ini memang tidak dikatakan secara resmi, namun artikel tentang ini sempat diterbitkan oleh CNN.

"Menurut CNN, para pejabat Israel memperingatkan bahwa sistem pertahanan udara telah digunakan secara luas selama konflik langsung tahun lalu dengan Iran dan bahwa mereka tidak percaya rezim Iran akan runtuh dengan cepat tanpa kampanye militer yang berkepanjangan," tulis media Israel, Y Net Global.

Laporan menyebut bahwa pada Rabu sore, Trump berbicara melalui telepon dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Inti percakapan tersebut yakni mendorong presiden untuk menunda rencana serangan, kata seorang sumber yang mengetahui isi percakapan tersebut.

Warga Israel tidak percaya rezim tersebut akan jatuh dengan cepat tanpa kampanye yang berkepanjangan, dan ada kekhawatiran tentang kondisi pertahanan rudal negara itu.

Sebagaimana diketahui, rudal merupakan senjata yang banyak digunakan selama konflik antara Israel dan Iran tahun lalu, kata sumber lain yang mengetahui masalah tersebut.

Pesan itu memiliki bobot tambahan bagi presiden, mengingat permohonan Netanyahu sebelumnya kepada Trump untuk bergabung dalam aksi militer Israel melawan Iran. The New York Times pertama kali melaporkan percakapan tersebut.

The New York Times menerbitkan laporan yang menarik pada hari Kamis dengan judul, “Israel dan Negara-negara Arab Meminta Trump untuk Menahan Diri dari Menyerang Iran,” dengan subjudul yang berbunyi:

“Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meminta presiden untuk menunda serangan yang direncanakan. Para pejabat Israel dan Arab khawatir Iran dapat membalas dengan menyerang negara mereka.”

Artikel tersebut dimulai dengan mengutip seorang pejabat senior AS yang mengatakan Netanyahu telah meminta Presiden Trump untuk menunda rencana serangan militer Amerika terhadap Iran.

Namun, artikel tersebut tidak memberikan alasan mengapa Netanyahu, yang biasanya sangat menginginkan serangan AS, akan melakukan hal ini, dan juga tidak mendukung subjudul yang menyatakan bahwa Israel takut akan pembalasan Iran.

Artikel tersebut juga tidak memberikan detail lebih lanjut dan beralih ke topik lain tanpa kembali menyebutkan seruan Israel untuk menghentikan serangan tersebut.

#israel-iran #serangan-iran #netanyahu-trump #pertahanan-udara-israel #konflik-israel-iran #trump-serang-iran #israel-minta-tolong #israel-takut-iran #netanyahu-telepon-trump #israel-rentan-serangan #p

https://kabar24.bisnis.com/read/20260118/19/1944940/takut-diserang-iran-israel-teriak-minta-tolong-ke-donald-trump