AS Jadi Musuh Utama Dolar, Sanksi Trump Mendorong Sisa Dunia Menjauh?

AS Jadi Musuh Utama Dolar, Sanksi Trump Mendorong Sisa Dunia Menjauh?

Amerika Serikat atau AS adalah musuh utama dolar, ketika sanksi ekonomi yang dijatuhkan Washington dinilai sebagai penyalahgunaan instrumen keuangan. Amerika Serikat... | Halaman Lengkap

(SINDOnews Ekbis) 16/01/26 08:29 105107

JAKARTA - Amerika Serikat atau AS adalah musuh utama dolar , ketika sanksi ekonomi yang dijatuhkan Washington dinilai sebagai penyalahgunaan instrumen keuangan. Hal ini disampaikan oleh ekonom Brasil dan mantan direktur pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), Paulo Nogueira Batista Jr.

Menurutnya Washington semakin sering memanfaatkan mata uang nasionalnya sebagai senjata, merusak kepercayaan terhadap dolar dan sistem keuangan Barat secara lebih luas. "Musuh utama dolar dan sistem pembayaran internasional yang dikendalikan oleh Barat adalah AS itu sendiri," kata Batista dalam wawancara eksklusif seperti dilansir RT.

Sebelum Resmi Diluncurkan, 9 Negara ASEAN Sepakat Terima Mata Uang BRICS



"Ada pergeseran dari dolar, dari Treasury AS, yang sebagian besar disebabkan oleh penggunaan instrumen secara sewenang-wenang oleh AS (seperti) SWIFT," sambungnya.

Dia mengatakan, bahwa kasus paling terkenal dari penyalahgunaan semacam itu adalah Rusia ketika sekitar USD300 miliar cadangan Bank Sentralnya dibekukan oleh Barat di bawah sanksi ekonomi yang diberlakukan setelah eskalasi konflik Ukraina pada 2022.

Selain pembekuan aset, AS dan sekutunya menghapus sebagian besar bank Rusia dari sistem pesan antarbank SWIFT dan memberlakukan larangan transaksi penuh pada institusi keuangan utama. Secara efektif, mereka memutus Rusia dari sistem keuangan Barat yang didominasi dolar dan euro.

2026, Akankah Menjadi Tahun Runtuhnya Dominasi Dolar AS?



Menurut Batista, tahun 2022 menjadi titik balik ketika dedolarisasi dan pergeseran dari lembaga keuangan yang terkait dengan AS -yang sebelumnya sudah berlangsung lambat- mulai meningkat kecepatannya.

"Negara-negara seperti Rusia dan China, juga Iran, sebelumnya sudah menderita akibat sanksi atau ketakutan akan sanksi dari AS. Tetapi ini menjadi titik krusial karena skala cadangan Rusia dan aset-aset yang dibekukan. Sejak 2022, bank-bank sentral besar misalnya China, mulai menjauh dari Treasury AS," paparnya.

Porsi dolar dalam cadangan devisa global terus menurun secara bertahap selama empat tahun terakhir. Rusia pada dasarnya telah menghapus mata uang Barat dalam perdagangan, bersama dengan negara-negara CIS dan BRICS.

Negara-negara ini juga melakukan hal yang sama dengan mitra mereka yang lain, terkait penggunaan dolar. Ke depan, Batista mengatakan bahwa meskipun dolar akan tetap menjadi mata uang global yang penting, peralihan dari dolar akan terus berlanjut dan hegemoni-nya akan melemah secara bertahap.
(akr)

#dolar-amerika-serikat-usd #dedolarisasi #sanksi-amerika #tarif-trump #sanksi-ekonomi

https://ekbis.sindonews.com/read/1666729/33/as-jadi-musuh-utama-dolar-sanksi-trump-mendorong-sisa-dunia-menjauh-1768525281