Ciptakan Pendidikan Unggul, Kemendikdasmen Siap Bermitra dengan PTMA

Ciptakan Pendidikan Unggul, Kemendikdasmen Siap Bermitra dengan PTMA

Kemendikdasmen bermitra dengan PTMA untuk pendidikan unggul dan inklusif, fokus pada revitalisasi sekolah, peningkatan kualitas guru, dan pembelajaran mendalam.

(Bisnis.Com) 19/10/25 10:43 8537

Bisnis.com, MALANG — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) siap bermitra dengan Perguruan TinggiMuhammadiyah-Aisyiyah (PTMA) untuk menciptakan pendidikan unggul, merata, dan inklusif, relevan dengan arah pembangunan pendidikan nasional.

Pernyataan itu disampaikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Abdul Mu’ti, saat memberikan paparan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Forum Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah (PTMA) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jumat (17/10/2025).

Abdul Mu\'ti menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi keagamaan, khususnya kampus Muhammadiyah-Aisyiyah dalam mengawal reformasi pendidikan nasional.

Saat ini Kemendikdasmen memiliki 5 hingga 6 program prioritas besar yang dapat dijalankan secara kolaboratif bersama PTMA.

Program pertama ialah revitalisasi satuan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik dan sarana prasarana sekolah, tetapi juga mencakup pembenahan sistem manajemen, tata kelola, serta peningkatan kapasitas kepala sekolah dan tenaga pendidik.

Program ini diarahkan agar sekolah-sekolah di berbagai daerah mampu mengelola pembelajaran secara mandiri dan efisien dengan dukungan konsultan serta fasilitator profesional.

Revitalisasi tersebut juga meliputi penyusunan kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan zaman, penguatan karakter siswa, serta peningkatan kualitas layanan pendidikan agar selaras dengan standar nasional dan internasional.

"Tahun ini ada lebih dari 16.100 sekolah yang ikut direvitalisasi dengan anggaran mencapai Rp16,9 triliun. Tahun depan kami berupaya agar capaian itu tetap terjaga meski anggaran sedikit berkurang," katanya.

Program kedua berkaitan dengan peningkatan kualitas guru melalui berbagai skema pelatihan dan pendidikan profesi.

Pemerintah menyiapkan 808 ribu kuota PPG (Pendidikan Profesi Guru) serta memperluas program RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau) bagi guru yang belum menyelesaikan studi sarjana.

"Kami ingin memastikan tidak ada guru yang terhenti kariernya hanya karena belum memenuhi syarat akademik. Bahkan pengalaman mengajar kini diakui hingga 70% dalam skema RPL," ujarnya.

Selain itu, Kemendikdasmen juga mendorong program pembelajaran mendalam (deep learning) untuk memperkuat kapasitas pedagogik dan karakter siswa.

Program ini, menurut Abdul Mu’ti, dapat melibatkan PTMA sebagai penyelenggara pelatihan guru dan pengembang modul. Ia mengatakan bahwa mulai tahun 2027, Bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran wajib sejak kelas 3 SD.

Karena itu, dia menegaskan, pelatihan guru bahasa Inggris menjadi fokus utama. Namun ia menginginkan istilah pelatihan diganti menjadi pendidikan, agar dapat disertifikasi dan berdampak pada profesionalisme guru.

Dia menyinggung pelatihan coding dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang saat ini masih bersifat pilihan namun akan diarahkan menjadi mata pelajaran wajib.

Kebutuhan guru coding dan AI akan meningkat tajam, sehingga peran perguruan tinggi sebagai mitra pendidikan sangat dibutuhkan.

Dia juga membuka peluang bagi PTMA untuk berpartisipasi dalam penelitian kebijakan (policy research) terkait berbagai program pendidikan dasar dan menengah, termasuk pendidikan karakter dan kebiasaan belajar siswa. Karena itulah, kementeriannya kini mendorong agar setiap kebijakan lahir dari kajian akademik yang kuat.

"Kami ingin kebijakan pendidikan tidak sekadar administratif, tetapi menjadi rekayasa sosial yang membentuk karakter bangsa. Karena itu, penelitian dan masukan dari kampus-kampus Muhammadiyah-Aisyiyah akan sangat berarti," ujarnya.

#pendidikan-unggul #kemendikdasmen #perguruan-tinggi-muhammadiyah #ptma #reformasi-pendidikan #revitalisasi-pendidikan #kualitas-guru #pendidikan-profesi-guru #rekognisi-pembelajaran-lampau #deep-learn

https://surabaya.bisnis.com/read/20251019/531/1921525/ciptakan-pendidikan-unggul-kemendikdasmen-siap-bermitra-dengan-ptma