Penyaluran Kredit di Bali Capai Rp117,74 triliun per September 2025
Penyaluran kredit di Bali mencapai Rp117,74 triliun pada September 2025, tumbuh 6,30% YoY. Kredit investasi naik 13,66%, UMKM terima 51,45% kredit. NPL turun ke 2,82%.
(Bisnis.Com) 05/12/25 16:29 62371
Bisnis.com, DENPASAR — Penyaluran kredit di Bali mencapai Rp117,74 triliun pada September 2025. Nilai itu tumbuh 6,30% (year on year/YoY) jika dibandingkan Agustus 2025 dengan laju pertumbuhan 6,12% (YoY).
Kepala OJK Provinsi Bali, Kristrianti Puji Rahayu, menjelaskan bahwa berdasarkan jenis penggunaannya, pertumbuhan kredit masih didorong oleh peningkatan kredit investasi yang tumbuh sebesar Rp4,62 triliun atau 13,66% (YoY).
“Tingginya pertumbuhan kredit investasi ini menggambarkan masih tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap prospek kondisi perekonomian di Provinsi Bali,” jelas Puji dikutip dari siaran pers, Jumat (5/12/2025).
Sementara itu, berdasarkan kategori debitur, sebesar 51,45% kredit di Provinsi Bali disalurkan kepada UMKM dengan pertumbuhan sebesar 2,94% (YoY). Penyaluran kredit UMKM di Provinsi Bali lebih tinggi dibandingkan tingkat nasional, baik dari porsi kredit maupun pertumbuhan.
Jika ditinjau berdasarkan sektor ekonomi, penyaluran kredit didominasi oleh sektor bukan lapangan usaha sebesar 33,61% (tumbuh 5,01% YoY) dan Sektor Perdagangan Besar dan Eceran sebesar 27,84% (tumbuh 0,89% YoY). Pertumbuhan kredit disumbangkan oleh peningkatan nominal penyaluran di Sektor Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum yang bertambah sebesar Rp1,93 triliun (tumbuh 15,41% YoY) dan sektor penerima kredit bukan lapangan usaha sebesar Rp1,89 triliun.
Sementara itu, kualitas kredit perbankan di Provinsi Bali tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross sebesar 2,82% lebih rendah dibandingkan posisi yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 3,42% (Agustus 2025: 2,95%).
Sementara itu, NPL net berada di posisi 1,96%, juga menurun dibandingkan posisi September 2024 yang sebesar 2,32% (Agustus 2025: 2,74%).
Penyelesaian kredit restrukturisasi dan ekspansi kredit berdampak positif bagi penurunan rasio loan at risk (LaR) menjadi 9,99%, menurun dibandingkan tahun sebelumnya posisi September 2024 sebesar 13,43%.
Ketahanan BPR di Provinsi Bali juga tetap kuat tercermin dari cash ratio (CR) dan capital adequacy ratio (CAR) terjaga di atas threshold, berturut-turut sebesar 15,45% dan 31,43% menjadi bantalan mitigasi risiko yang kuat untuk mengantisipasi kondisi ketidakpastian global.
Puji menyebut kinerja industri jasa keuangan mendukung ketahanan perekonomian Provinsi Bali yang tumbuh 5,88% (YoY) pada kuartal III/ 2025.
“Selain itu, laju pertumbuhan ekonomi Bali kembali lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Nasional yang sebesar 5,04% dan menempatkan Bali berada di posisi ke-4 tertinggi secara nasional,” kata Puji.
#penyaluran-kredit #kredit-bali #kredit-investasi #pertumbuhan-kredit #kredit-umkm #sektor-ekonomi-bali #kredit-perbankan-bali #non-performing-loan #kredit-restrukturisasi #loan-at-risk #ketahanan-bpr