Fundamental Ekonomi Indonesia Disebut Kuat, Mengapa Rupiah Melemah dan PHK Meningkat?

Fundamental Ekonomi Indonesia Disebut Kuat, Mengapa Rupiah Melemah dan PHK Meningkat?

Pemerintah menyebut fundamental ekonomi Indonesia kuat. Namun pelemahan rupiah dan meningkatnya PHK memunculkan pertanyaan tentang kualitas pertumbuha

(Kompas.com) 30/06/26 05:48 263251

JAKARTA, KOMPAS.com - Masyarakat Indonesia belakangan ini merasakan adanya peningkatan gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang melemah.

Padahal, pemerintah dan DPR RI berulang kali menyebut kondisi fundamental Indonesia saat ini baik-baik saja.

Ekonom sekaligus Direktur Program Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Esther Sri Astuti mengatakan, prospek ekonomi Indonesia sebenarnya cukup baik. Indonesia mempunyai Sumber Daya Alam (SDA) melimpah, Sumber Daya Manusia (SDM) yang banyak dan murah, seta pasar domestik yang menjanjikan.

"Namun memang pertumbuhan ekonomi Indonesia masih didominasi konsumsi, yang sifatnya temprorer," kata dia kepada Kompas.com, Selasa (30/6/2026).

Ia menambahkan, untuk menguatkan fundamental ekonomi maka tidak hanya butuh stabilitas nilai tukar tetapi juga stabilitas harga.

"Agar stabilitas nilai tukar terjaga maka butuh aliran modal yang besar dari investasi dan devisa negara dari ekspor dan pariwisata serta pekerja migran," ungkap dia.

Sementara itu untuk menciptakan stabilitas harga dibutuhkan pasokan bahan pangan dan produk domestik yang lebih besar daripada impor.

Dengan demikian, devisa negara juga tidak tergerus oleh impor.

Dominasi fiskal akan berdampak pada pelemahan nilai tukar, jika alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak berorientasi mendorong investasi dan ekspor.

"Oleh karena itu, independensi bank sentral dan disiplin fiskal menjadi salah satu solusi bagi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dan indikator makroekonomi lainnya," pungkas dia.

Sebagai informasi, Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu mengatakan, pemerintah dan DPR sepakat bahwa fundamental ekonomi Indonesia baik-baik saja, setelah mereka melakukan rapat koordinasi mengenai pertumbuhan ekonomi.

Hanya saja, Mari mengakui bahwa saat ini sedang terjadi pelemahan mata uang rupiah.

"Mungkin juga yang disepakati, keadaan ekonomi Indonesia sebetulnya secara fundamental cukup baik. Namun, kita memang menghadapi pelemahan rupiah yang lebih daripada peers kita," ujar Mari, dalam jumpa pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (29/6/2026).

Atas kondisi ini, Mari menyebut pemerintah harus mewaspadai, serta menjaga isu confidence dan trust dari pasar.

Kepercayaan pasar tidak terlepas dari kebijakan-kebijakan yang akan diambil oleh pemerintah.

Mari mengatakan, pemerintah sepakat semua negara sedang menghadapi keadaan global yang tidak pasti.

"Yang penting bagaimana sebuah negara itu merespons terhadap keadaan global yang tidak pasti itu, dan ada kesepakatan saya rasa yang tercapai bahwa yang penting adalah menjaga kestabilan makroekonomi di jangka pendek," tutup dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#jakarta #pertumbuhan-ekonomi #fundamental-ekonomi

https://money.kompas.com/read/2026/06/30/054836026/fundamental-ekonomi-indonesia-disebut-kuat-mengapa-rupiah-melemah-dan-phk