Tiga Peserta SPPI Koperasi Merah Putih Meninggal Saat Latsarmil, Ini Penjelasan Kemhan

Tiga Peserta SPPI Koperasi Merah Putih Meninggal Saat Latsarmil, Ini Penjelasan Kemhan

Tiga calon manajer Kopdes-KNMP meninggal saat Latsarmil akibat heat stroke, henti jantung, dan TB. Kemhan akan evaluasi kesehatan dan keselamatan peserta.

(Bisnis.Com) 25/06/26 15:10 259594

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pertahanan (Kemhan) membenarkan tiga calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) meninggal dunia saat mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil).

Karo Infohan Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan para peserta telah lulus tes kesehatan sebelum mengikuti pelatihan.

"Perlu disampaikan bahwa sebelum mengikuti program, peserta telah melalui tahapan seleksi sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk pemeriksaan kesehatan, dan dinyatakan memenuhi persyaratan untuk mengikuti pendidikan," katanya dalam keterangan resmi, Rabu (24/6/2026).

Mulanya, dua peserta dikonfirmasi meninggal dunia saat mengikuti pelatihan. Pertama, peserta atas nama Anisa Muyassaroh yang mengikuti pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan mengalami gangguan kesehatan pada 18 Juni 2026 dan telah mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan satuan sebelum dirujuk ke rumah sakit.

Rico menyampaikan, berdasarkan keterangan medis, Anisa dinyatakan meninggal dunia akibat heat stroke.

Kemudian, peserta atas nama Yonanda Muhammad Taufiq yang mengikuti pendidikan di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja mengalami penurunan kondisi kesehatan pada 17 Juni 2026. Taufiq sempat mendapatkan penanganan medis sebelum dirujuk ke rumah sakit.

"Berdasarkan keterangan medis, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia akibat cardiac arrest (henti jantung)," ujarnya.

Peserta ketiga adalah Novia Rahmadhani Sihotang yang berasal dari Program SPPI KNMP Tahun 2026. Dia mengikuti pendidikan di Satdik Pusbahasa Kodiklatau Jakarta.

Rico menyampaikan bahwa Novia mengalami gangguan kesehatan pada 22 Juni 2026. Dia sempat dirujuk ke RSAU dr. Esnawan Antariksa untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

"Meskipun telah memperoleh perawatan intensif, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia pada 23 Juni 2026. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, kondisi kesehatan yang dialami berkaitan dengan penyakit tuberkulosis (TB)," jelas Rico.

Dia memastikan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh aspek penyelenggaraan program, termasuk mekanisme seleksi kesehatan, pengawasan medis, penanganan peserta dengan kondisi kesehatan khusus, serta sistem komunikasi dan pelaporan.

"Kementerian Pertahanan menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan peserta merupakan prioritas utama dalam penyelenggaraan program. Setiap masukan, evaluasi, dan pembelajaran dari pelaksanaan kegiatan akan menjadi dasar penyempurnaan program ke depan agar berlangsung semakin baik, aman, profesional, dan akuntabel," tandasnya.

#calon-manajer-kopdes #kampung-nelayan #latsarmil-kemhan #penyebab-kematian-latsarmil #heat-stroke-latsarmil #cardiac-arrest-latsarmil #tuberkulosis-latsarmil #kesehatan-peserta-latsarmil #evaluasi-pro

https://kabar24.bisnis.com/read/20260625/15/1983291/tiga-peserta-sppi-koperasi-merah-putih-meninggal-saat-latsarmil-ini-penjelasan-kemhan