Evaluasi MBG, Luhut Sebut Tidak Harus Semuanya Sekaligus

Evaluasi MBG, Luhut Sebut Tidak Harus Semuanya Sekaligus

Luhut menyarankan program Makan Bergizi Gratis dijalankan lebih bertahap agar kendala lebih mudah diidentifikasi dan diperbaiki.

(Kompas.com) 24/06/26 14:48 258504

KOMPAS.com — Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyarankan Badan Gizi Nasional (BGN) menyempurnakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara bertahap.

Luhut mengatakan DEN telah menerima kunjungan Wakil Kepala BGN beserta tim untuk mengevaluasi pelaksanaan program prioritas pemerintah tersebut.

Menurut dia, salah satu pelajaran penting dari implementasi MBG adalah perlunya tahapan yang lebih terukur dalam menjalankan program berskala besar.

Pendekatan bertahap dinilai memudahkan pemerintah mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan sebelum cakupan program diperluas.

“Kami memaparkan hasil survei dan usulan-usulan kami. Sebenarnya efisiensi lagi, dan kenapa harus semuanya sekaligus. Kan bisa dibikin bertahap, sampai kita lebih paham,” kata Luhut kepada wartawan di Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Luhut menilai pemahaman terhadap kebutuhan operasional dan tantangan teknis kini jauh lebih baik dibandingkan saat program pertama kali diluncurkan.

Setelah berjalan lebih dari satu tahun, berbagai pengalaman yang terkumpul dinilai menjadi modal penting untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program.

DEN optimistis tata kelola dan pelaksanaan MBG akan semakin baik dalam enam bulan hingga satu tahun ke depan.

Perbaikan tersebut diperkirakan terjadi seiring bertambahnya pengalaman pelaksana program serta penyempurnaan berbagai aspek operasional.

Dari sisi ekonomi, Luhut menilai MBG memberikan dampak yang signifikan karena dana program mengalir langsung ke masyarakat.

Meski demikian, dia mengakui pelaksanaan yang berlangsung relatif cepat pada tahap awal sempat menimbulkan sejumlah persoalan.

Menurut dia, berbagai kendala yang muncul telah ditangani melalui koordinasi antara pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan.

Karena itu, Luhut mengajak semua pihak memberikan ruang bagi proses perbaikan yang saat ini terus berjalan.

Sebagai informasi, realisasi anggaran program MBG hingga Mei 2026 mencapai Rp 88,15 triliun. Angka tersebut meningkat 17,53 persen dibandingkan posisi April 2026 yang sebesar Rp 75 triliun.

Jumlah penerima manfaat program mencapai 63,2 juta orang. Sebanyak 48,9 juta di antaranya merupakan siswa.

Sementara itu, 14,3 juta penerima lainnya berasal dari kelompok non-siswa yang mencakup ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Pemerintah juga memangkas pagu anggaran MBG dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

Nilainya turun dari Rp 335 triliun menjadi Rp 268 triliun.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan keputusan tersebut merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan pengelolaan dana program berjalan lebih efisien.

Purbaya juga sempat memberi sinyal adanya potensi penghematan anggaran lanjutan untuk program MBG, meski belum merinci rencana tersebut lebih lanjut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#luhut #mbg #bgn

https://money.kompas.com/read/2026/06/24/144822426/evaluasi-mbg-luhut-sebut-tidak-harus-semuanya-sekaligus