Indef: Suku bunga KPR rumah subsidi perlu dijaga agar terjangkau MBR

Indef: Suku bunga KPR rumah subsidi perlu dijaga agar terjangkau MBR

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto menilai suku bunga KPR rumah subsidi perlu dijaga di angka 5 persen agar ...

(Antara) 23/06/26 14:39 257367

Jakarta (ANTARA) - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto menilai suku bunga KPR rumah subsidi perlu dijaga di angka 5 persen agar terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di tengah gejolak geopolitik global.

"Karena ini penyediaan rumah untuk MBR sehingga menurut saya memang perlu untuk dijaga tingkat kemampuan untuk membayar cicilannya nanti," ujar Eko saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Selasa.

Kebijakan mempertahankan suku bunga KPR rumah subsidi, menurut dia, merupakan kebijakan yang cukup melegakan bagi para konsumen terutama KPR rumah bersubsidi ini diperlukan sebagai dukungan pemerintah untuk menjaga agar relatif bunga KPR-nya tetap bisa dijangkau oleh masyarakat berpenghasilan rendah.

"Menurut saya memang ini salah satu langkah untuk menjaga supaya nanti kemampuan mencicil itu tetap ada di MBR, karena ini memang ditujukan untuk MBR," kata Eko.

Sebagai informasi, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memastikan bahwa suku bunga untuk rumah subsidi tidak akan mengalami kenaikan dan tetap bertahan di angka lima persen flat dari awal hingga akhir masa angsuran.

Maruarar atau disapa Ara mengatakan, meskipun terjadi peningkatan BI Rate, pemerintah tetap mempertahankan suku bunga Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar 5 persen sehingga masyarakat dapat memperoleh rumah dengan cicilan yang terjangkau.

"Kami memastikan negara hadir dan berpihak kepada rakyat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah. Walaupun terdapat dinamika ekonomi dan peningkatan BI Rate, bunga FLPP tetap dijaga sebesar 5 persen agar masyarakat tetap memiliki akses terhadap rumah yang layak dan terjangkau," kata Ara.

Terkait perkembangan penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) Tahun 2026, dari target penyaluran sebanyak 350.000 unit rumah, realisasi hingga saat ini telah mencapai 78.277 unit atau sekitar 22,36 persen dari target tahunan.

Ara menilai program pembiayaan perumahan KPR dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sangat diminati pengembang dan mempermudah masyarakat memiliki rumah layak huni.

Adanya pembiayaan perumahan melalui KPR FLPP, imbuhnya, merupakan langkah nyata pemerintah hadir untuk mendorong masyarakat agar bisa memiliki rumah layak huni dan terjangkau.

Kalangan perbankan dan pengembang perumahan juga banyak meminta Kementerian PKP untuk tetap melanjutkan program KPR FLPP guna mensukseskan Program 3 Juta Rumah sebagaimana visi misi Presiden Prabowo Subianto.

Pewarta: Suharsana Aji Sasra J C
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

#indef #ekonom #suku-bunga #kpr-rumah-subsidi #mbr

https://www.antaranews.com/berita/5619348/indef-suku-bunga-kpr-rumah-subsidi-perlu-dijaga-agar-terjangkau-mbr