DPR: Kerja Sama RI-Prancis Utamakan Transfer Teknologi

DPR: Kerja Sama RI-Prancis Utamakan Transfer Teknologi

Kerja sama RI-Prancis fokus pada transfer teknologi untuk memperkuat industri pertahanan Indonesia, meningkatkan SDM, dan memperkuat posisi diplomatik RI.

(Bisnis.Com) 29/05/26 16:07 235048

Bisnis.com, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono mengatakan pembentukan kerja sama strategis antara Indonesia dan Prancis harus memberikan dampak nyata bagi penguatan industri pertahanan nasional, termasuk melalui transfer teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Hal itu disampaikan Dave menanggapi semakin luasnya kerja sama pertahanan Indonesia-Prancis yang mencakup alutsista, radar, pelatihan militer, hingga potensi produksi bersama.

“Komisi I DPR RI memandang pembentukan Comprehensive Strategic Partnership antara Indonesia dan Prancis sebagai tonggak penting dalam hubungan bilateral kedua negara,” ujar Dave saat dihubungi Bisnis pada Jumat (29/5/2026),

Menurutnya, kemitraan tersebut menunjukkan komitmen kedua negara untuk memperluas kerja sama tidak hanya di bidang pertahanan dan ekonomi, tetapi juga di isu strategis lain seperti transisi energi, pendidikan, teknologi, hingga dukungan terhadap multilateralisme.

Dalam konteks pertahanan, dia mengatakan bahwa Komisi I DPR akan mengawal agar setiap bentuk kerja sama benar-benar memperkuat kemampuan industri pertahanan dalam negeri.

“Kami akan memastikan bahwa kesepakatan yang melibatkan alutsista, radar, pelatihan militer, maupun potensi produksi bersama tidak berhenti pada pembelian alat dari luar negeri semata,” katanya.

Politisi Golkar itu menekankan bahwa DPR mendorong adanya transfer teknologi yang nyata dalam setiap kerja sama pertahanan dengan Prancis.

“Prinsip yang kami dorong adalah adanya transfer of technology yang nyata, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta keterlibatan industri dalam negeri,” ujar Dave.

Indonesia, kata dia, harus mampu berkembang bukan hanya sebagai pengguna alat utama sistem persenjataan, tetapi juga menjadi produsen industri pertahanan yang kompetitif.

“Agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga produsen yang berdaya saing,” imbuhnya.

Selain sektor pertahanan, Dave menilai kemitraan strategis Indonesia-Prancis juga berpotensi memperkuat posisi diplomatik Indonesia di forum internasional, termasuk dalam isu Palestina.

Dia mengatakan dukungan bersama terhadap multilateralisme sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif Indonesia. Melalui kemitraan ini, Indonesia dapat lebih lantang menyuarakan nilai kemanusiaan, keadilan, dan perdamaian.

Dave menambahkan bahwa kerja sama tersebut juga menunjukkan konsistensi Indonesia dalam memperjuangkan kepentingan global yang sesuai dengan amanat konstitusi, termasuk dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.

Menurutnya, Komisi I DPR akan terus mengawal implementasi kemitraan strategis Indonesia-Prancis agar tetap berpijak pada kepentingan nasional.

“Komisi I DPR RI akan terus mengawal implementasi dari kemitraan strategis ini, memastikan bahwa setiap langkah yang diambil tetap berpijak pada kepentingan nasional, memperkuat kedaulatan, serta menghadirkan manfaat nyata bagi rakyat Indonesia,” tandas Dave.

#indonesia-prancis #prabowo-ke-prancis #kerja-sama-strategis #transfer-teknologi #industri-pertahanan #alutsista-indonesia #radar-militer #pelatihan-militer #produksi-bersama #komisi-i-dpr #kemitraan-b

https://kabar24.bisnis.com/read/20260529/15/1977171/dpr-kerja-sama-ri-prancis-utamakan-transfer-teknologi