Pembiayaan Konsumer Topang Intermediasi BSI Tumbuh Dua Digit per Kuartal I/2026

Pembiayaan Konsumer Topang Intermediasi BSI Tumbuh Dua Digit per Kuartal I/2026

Bank Syariah Indonesia (BSI) mencatat pertumbuhan pembiayaan 14,39% YoY hingga Maret 2026, didukung segmen konsumer dan emas dengan kualitas aset terjaga.

(Bisnis.Com) 13/05/26 14:35 220201

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk., (BRIS) membukukan pertumbuhan penyaluran pembiayaan sebesar 14,39 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp328,54 triliun hingga akhir Maret 2026. Capaian itu meningkat dari Rp287,21 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Direktur Risk Management BSI, Grandhis Helmi Harumansyah menyampaikan bahwa pertumbuhan tersebut ditopang oleh penyaluran pembiayaan pada segmen dengan tingkat imbal hasil atau yield yang tinggi dan kualitas aset yang tetap terjaga.

“Alhamdulillah, pembiayaan BSI secara nominal tumbuh 14,39 persen YoY,” kata Grandhis dalam Konferensi Pers Kinerja Kuartal I/2026 secara virtual, Selasa (12/5/2026).

Segmen konsumer masih menjadi kontributor terbesar dalam portofolio pembiayaan perseroan, disusul segmen wholesale dan retail. Dalam paparan yang disampaikan Grandhis, pembiayaan konsumer, termasuk pembiayaan emas, tercatat mencapai Rp184,27 triliun atau tumbuh 17,59 persen YoY dari Rp156,71 triliun pada kuartal I/2025.

Grandhis menuturkan, pembiayaan emas menjadi salah satu penopang utama dengan yield sekitar 10 persen serta rasio pembiayaan bermasalah (NPF) yang masih rendah di level 0,01 persen.

Sementara itu, segmen wholesale tercatat sebesar Rp90,77 triliun, meningkat 12,59 persen YoY dan retail tumbuh 7,25 persen YoY menjadi sebesar Rp53,49 triliun hingga akhir Maret 2026.

Dari sisi kualitas aset, BSI mencatat perbaikan rasio NPF gross menjadi 1,80 persen dan NPF net menjadi 0,38 persen pada kuartal I/2026. Perseroan juga membukukan cost of credit (CoC) sebesar 0,73 persen, yang menjadi level terendah secara tahun berjalan (year-to-date/YtD).

Selain itu, BSI terus memperkuat pencadangan dengan cash coverage mencapai 254 persen. Grandhis menyebut, peningkatan tersebut turut dipengaruhi implementasi PSAK 413 yang mulai diterapkan pada 2026.

Di sisi lain, perseroan menjaga kualitas pertumbuhan pembiayaan melalui sejumlah strategi. Di antaranya, disiplin pada fokus bisnis dan target pasar yang telah ditetapkan, penguatan monitoring dan perbaikan proses bisnis secara berkelanjutan, hingga evaluasi portfolio guideline secara periodik yang menyesuaikan kondisi domestik maupun global.

Perseroan juga terus meningkatkan kapabilitas dan kompetensi sumber daya manusia (SDM) melalui kerja sama dengan divisi human capital.

Dia mengatakan, strategi tersebut tecermin pada kualitas pembiayaan baru sepanjang 2026 yang tetap terjaga. Pada segmen wholesale, seluruh pembiayaan baru yang disalurkan berada di kolektibilitas 1.

“Dari sisi retail, sebesar 99,998 persen pembiayaan berada di kolektibilitas 1, sedangkan dari sisi konsumer, kita juga masih melihat kualitasnya sangat baik yaitu berada di 99,96 persen,” katanya.

#bsi-pembiayaan #pembiayaan-konsumer #pembiayaan-wholesale #pembiayaan-retail #pertumbuhan-pembiayaan #pembiayaan-emas #rasio-npf #cost-of-credit #cash-coverage #strategi-pembiayaan #kualitas-aset-bsi #n-a

https://finansial.bisnis.com/read/20260513/90/1973516/pembiayaan-konsumer-topang-intermediasi-bsi-tumbuh-dua-digit-per-kuartal-i2026