Jalan Panjang Reformasi Pasar Modal di Tengah Tekanan MSCI & Capital Outflow
OJK dan BEI berupaya memulihkan kepercayaan investor global di tengah tekanan MSCI dan capital outflow lewat reformasi serta transparansi pasar modal.
(Bisnis.Com) 12/05/26 10:34 218695
Bisnis.com, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga Danantara bergotong royong mengembalikan kepercayaan investor global di pasar modal Tanah Air.
Sampai dengan Jumat (8/5/2026), pasar saham mencatatkan net sell asing sebesar Rp37,61 triliun. Sejalan dengan menguapnya dana asing, indeks harga saham gabungan (IHSG) telah terpangkas dua digit sejak awal tahun. Pada Selasa (12/5/2026), akan ada pengumuman MSCI yang akan menjadi cerminan bagaimana investor global melihat pasar modal Indonesia.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi alias Kiki, mengatakan pihaknya akan mengantisipasi gejolak pasar imbas pengumuman tersebut. Sejak awal tahun OJK bersama BEI terus menjalankan reformasi perbaikan pasar modal.
"Jadi kita harus mengantisipasi. Tadi saya sampaikan, mungkin bisa menjadi short term pain, tapi Insyaallah menjadi long term gain," kata Kiki di Gedung BEI, Jakarta, Senin (11/5/2026).
OJK memahami pengumuman MSCI pada 12 Mei 2026 akan membawa dinamika pasar saham Tanah Air. Regulator melihat pasar akan mengalami koreksi singkat, namun dalam jangka panjang akan menjadi pijakan yang solid untuk penguatan berkelanjutan. Saat ini, salah satu yang ditunggu investor Tanah Air adalah keputusan MSCI yang akan menghapus konstituen saham Indonesia yang masuk di dalam daftar high shareholding concentration (HSC) atau daftar saham-saham dengan kepemilikan terkonsentrasi.
Kiki mengimbau investor Tanah Air tidak panik. Dampak pengumuman MSCI nanti menurutnya hanya sebuah konsekuensi dari perbaikan-perbaikan reformasi pasar modal. Di sisi lain, kondisi makro ekonomi Indonesia yang solid juga bisa memberikan rasa percaya diri investor. Selain itu, regulator juga berkomitmen untuk melanjutkan perbaikan dan transparansi tata kelola pasar modal Indonesia.
"Delapan aksi reformasi itu terus kita lakukan. Misalnya penegakan hukum, penguatan pengawasan. Dari BEI bagaimana mendorong banyak perusahaan masuk bursa, yang tentu saja akan kita lihat dulu kualitasnya, tidak hanya kuantitas saja," ujar Kiki.
Selanjutnya, OJK juga mendorong pendalaman pasar oleh investor institusi domestik. Kiki membandingkan, bahwa dahulu pasar modal RI lebih sensitif oleh gejolak global. Namun, sekarang dengan jumlah investor RI mencapai 26 juta menurutnya kondisinya kini jauh lebih baik.
Sementara itu, Pjs. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengatakan bahwa pihaknya melihat gejolak pasar yang disebabkan oleh MSCI bukanlah sebuah bencana atau ancaman, melainkan sebagai peluang melakukan perbaikan fundamental pasar modal.
Jeffrey menegaskan perbaikan pasar modal Indonesia telah menggunakan best practice global. Misalnya, pembukaan data keterbukaan investor di atas 1% hanya diterapkan di India dan Indonesia, sementara pembukaan data daftar saham terkonsentrasi (HSC) hanya ada di Hong Kong dan Indonesia.
"Jadi apa yang menjadi best practice di India dan tidak ada di tempat lain itu kita adopsi, apa yang ada di Hong Kong dan tidak ada di tempat lain itu juga kita adopsi. Itulah yang membuat saat ini sepertinya Bursa Indonesia adalah Bursa yang paling transparan di dunia," kata Jeffrey.
Imbas dari implementasi HSC, BEI telah mengeluarkan 9 saham yang terdaftar di dalamnya dari indeks utama seperti IDX80, IDX30 dan LQ45. Jeffrey bilang, langkah ini sejalan dengan ketentuan MSCI yang juga akan mendepak saham konstituen Indonesia yang terdaftar di dalam daftar HSC.
Jeffrey memahami hal tersebut akan berdampak bagi penurunan bobot saham Indonesia di MSCI, namun hal itu dianggap perlu demi kesehatan pasar modal jangka panjang. BEI optimis bobot saham Indonensia di MSCI dalam jangka panjang akan meningkat.
"Proses reformasi ini akan menjadi proses yang tidak pernah berhenti. Ini akan terus kami lakukan sampai Indonesia, Bursa Efek Indonesia menjadi bursa kelas dunia. Sebelum itu kami tidak akan berhenti. Kalau ditanya seberapa confidence atas upaya-upaya yang kita lakukan bersama ini, saya hanya akan menyampaikan bahwa kami dari Bursa Efek Indonesia sangat confidence pasar modal Indonesia on the right track, in the right direction," pungkasnya.
Bukan Semata MSCI
Chief Investment Officer (CIO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Pandu Sjahrir punya sudut pandang menarik menyikapi jatuhnya IHSG sejak awal tahun yang semula dipicu pengumuman pembekuan rebalancing MSCI pada 27 Januari 2026.
Seperti diketahui, sentimen negatif pasar modal yang semula dipicu MSCI berkembang luas seiring dengan outlook negatif dari lembaga pemeringkat global lainnya terhadap Indonesia, ditambah eskalasi perang AS-Iran yang menyulut harga minyak global dan menekan nilai tukar rupiah.
Pandu, yang baru tiba di Indonesia dari lawatannya selama seminggu ke Amerika Serikat, memotret fenomena global ketika pasar modal Taiwan dan Korea Selatan justru melejit tajam di tengah ketegangan global. Menurutnya, kedua negara itu sukses mengelaborasi story pertumbuhan industri teknologi dan kecerdasan buatan (AI) yang sekarang sedang berlangsung. Ini membuat investor global menuju ke sana, alih-alih masuk ke Indonesia.
Terlihat kontras, Pandu merasa Indonesia saat ini belum optimal memaksimalkan sektor AI, di mana fundamental pasar modal Indonesia sekarang masih didominasi oleh industri tradisional dan belum ada satupun yang mengikuti tren AI.
"Jadi ya boleh dibilang apakah ini [koreksi tajam IHSG] soal MSCI? I think MSCI is relatively soft. Mungkin adalah soal kreativitas kalau mau lihat," jelasnya.
Ihwal reformasi pasar modal yang sedang berjalan, Pandu mengatakan saat ini hanya menunggu waktu dan kemampuan regulator mengeksekusi program. Pandu cukup optimis dengan pengumuman MSCI pada 12 Mei akan membawa hasil yang baik. Dia melihat respons MSCI terhadap upaya perbaikan bursa Indonesia juga cukup baik.
Sementara dalam jangka panjang, Pandu melihat bursa Indonesia saat ini harus mampu bersaing di skala global. Danantara juga sangat mendukung upaya-upaya Kementerian Keuangan untuk mendukung kemajuan pasar modal Tanah Air. Bahkan, Pandu bilang jika diperlukan Bursa Efek Indonesia dapat merekrut pekerja dari luar negeri.
"And you know, if you have to hire foreigners, hire foreigners. Just hire the best. I think that\'s, you know, will encourage people to want to invest more. Dan memang, tidak apa-apa juga think of the sky. Mau compete langsung dengan Hong Kong pun oke. Malah kita makin semangat. Dengan itu kita juga punya mimpi yang lebih baik lagi," tandasnya.
_______
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#reformasi-pasar-modal #msci-indonesia #capital-outflow #ojk-pasar-modal #bei-reformasi #investor-global-indonesia #ihsg-koreksi #saham-indonesia-msci #high-shareholding-concentration #pasar-modal-tran