Menanti Janji Prabowo Sediakan 1 Juta Unit Rumah Terjangkau Tahun Ini
Presiden Prabowo berkomitmen menyediakan 1 juta rumah terjangkau bagi buruh dan MBR tahun ini, fokus di dekat zona industri untuk efisiensi biaya dan waktu.
(Bisnis.Com) 06/05/26 08:10 212594
Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat penyediaan 1 juta unit rumah terjangkau bagi masyarakat pada tahun ini.
Rencana ambisius tersebut disampaikan langsung oleh Prabowo dalam agenda May Day yang digelar di kawasan Monas, Jakarta, pada 1 Mei 2026.
Dalam penjelasannya, langkah strategis ini digagas sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kelayakan tempat tinggal bagi kaum buruh serta Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Dia menekankan, penyediaan hunian layak menjadi prioritas guna menjamin kesejahteraan dan stabilitas sosial bagi kelas pekerja di seluruh Indonesia.
Kendati demikian, target tersebut terlampau jauh bila dibandingkan dengan kuota rumah subsidi (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan/FLPP) yang disediakan pemerintah saat ini sebanyak 350.000 unit.
"Tahun ini sudah sampai 350.000 rumah, tapi sasaran kita adalah minimal 1 juta rumah. Kita akan mulai tahun ini juga 1 juta rumah," ujar Prabowo dalam agenda May Day, dikutip Minggu (3/5/2026).
Presiden menegaskan bahwa pembangunan sejuta rumah ini akan difokuskan pada klaster strategis yang memiliki aksesibilitas tinggi. Fokus utamanya adalah kawasan yang berdekatan dengan zona industri dan pusat aktivitas ekonomi utama.
Kebijakan ini diambil untuk menekan biaya logistik pekerja dengan memperpendek jarak antara tempat tinggal dan lokasi kerja. Dengan demikian, efisiensi waktu dan biaya dapat dirasakan langsung oleh sektor buruh secara nasional.
“Rumah-rumah ini akan dibangun sesuai saran saudara [para pekerja], akan dibuat di klaster-klaster yang dekat dengan kawasan-kawasan industri. Yang dekat dengan tempat bekerja,”tambahnya.

Selain itu, Prabowo juga menyebut pihaknya akan mendorong pembiayaan perumahan melalui kredit pemilikan rumah (KPR) dengan tenor yang lebih panjang sampai 40 tahun.
Seiring dengan hal tersebut, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengaku optimistis target tersebut dapat dicapai. Salah satunya melalui pengembangan 10 Kota Baru.
Dia mengatakan akan segera menjalin kolaborasi lintas sektor untuk memastikan kesiapan lahan dan konsep pembangunan di berbagai wilayah. Dalam sebulan ini, pihaknya bersama sejumlah K/L lain akan melakukan survei wilayah.
Adapun, beberapa lokasi yang menjadi target survei utama mencakup kawasan penyangga Jakarta seperti Bekasi dan Tangerang, hingga kawasan industri Batang di Jawa Tengah.
Di wilayah Timur Indonesia, survei akan difokuskan di sekitar Surabaya, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Selatan. Selain itu, tim juga akan menyisir potensi di Sumatera Utara, Palembang, Lampung, hingga wilayah Kalimantan Baru.
"Jadi kita juga sebulan ini kita minta bekerja keras untuk melakukan survei-survei untuk arahan Bapak Presiden mempersiapkan kota-kota baru ya mohon doanya," tutur Ara.
Selain mencanangkan pembangunan kota baru, pemerintah juga tengah mengincar lahan-lahan menganggur milik negara, termasuk aset sejumlah perusahaan pelat merah yang ada di Jakarta untuk disulap menjadi hunian vertikal.
Langkah ini diambil guna memastikan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) mendapatkan akses hunian layak di tengah keterbatasan lahan perkotaan yang semakin menipis.
Janji Manis yang Realistis
Ketua Umum The Hud Institute, Zulfi Syarif Koto mengatakan janji penyediaan 1 juta rumah pada tahun ini tersebut sudah sepatutnya disampaikan. Mengingat, program 3 Juta Rumah tak tercapai pada tahun pertama kepemimpinan Prabowo.
Zulfi mengatakan, komitmen penyediaan 1 juta rumah pada tahun ini menjadi tanda bahwa pemerintahan Prabowo hendak mempercepat pelaksanaan program perumahan. Di mana, hal ini perlu menjadi perhatian khusus Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
“Saya pikir realistis 1 juta rumah, mungkin yang pertama digenjot itu pelaksanaan renovasi melalui program BSPS 400.000 unit dan FLPP [Rumah subsidi] 350.000 unit,” jelasnya kepada Bisnis.
Namun demikian, Zulfi menekankan bahwa pemerintah perlu semakin aktif mencari alternatif pembiayaan. Pasalnya, apabila hanya mengandalkan guyuran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) saja maka program ini dipastikan tidak akan pernah tercapai.
“Perlu peningkatan kolaborasi yang dijalankan oleh Kementerian PKP. Contohnya, bisa menjalin kerja sama dengan Pemda atau Pemprov, karena kalau hanya mengandalkan APBN tidak akan tercapai,” tambahnya.
Senada, Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Real Estate Indonesia (REI) Bambang Ekajaya menyambut positif janji tersebut sebagai penguatan target pemerintahan Prabowo.
Bambang menilai target 1 juta rumah baru pada tahun ini merupakan kombinasi dari program rumah subsidi (FLPP) dan skema rumah rakyat yang salah satunya akan direalisasikan melalui pembangunan rusun subsidi.
Selain itu, target 1 juta rumah juga mencakup program renovasi atau bedah rumah yang dilaksanakan melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Di mana, pada tahun Ini pemerintah membidik kuota BSPS sebanyak 400.000 unit.
“Jadi tentu [BSPS] juga bagian dari target 1 juta rumah yang dijanjikan presiden,” imbuhnya.
Selain menyoroti janji penyediaan 1 juta rumah pada tahun Ini, REI juga menyoroti janji Prabowo memberikan KPR subsidi dengan tenor panjang hingga 40 tahun. Skema ini secara khusus membidik sektor informal dan buruh dengan penghasilan tidak tetap agar tetap bisa memiliki rumah.
Jika terealisasi, kebijakan tenor panjang ini diklaim akan memperlebar pasar properti nasional secara signifikan. Golongan masyarakat yang sebelumnya dianggap tidak bankable kini memiliki jembatan untuk mendapatkan kredit dengan bunga subsidi 5%.
"Tujuannya baik, agar angsuran bisa terjangkau sepadan dengan uang sewa rumah misalnya dan memberi kepastian setiap warga negara bahkan di sektor informal juga bisa mendapat rumah,” pungkas Bambang.
#rumah-terjangkau #prabowo-subianto #1-juta-rumah #rumah-subsidi #masyarakat-berpenghasilan-rendah #kpr-subsidi #kredit-pemilikan-rumah #kawasan-industri #pembangunan-rumah #kota-baru #hunian-vertikal #n-a