OJK Ungkap Penyebab Outflow Pasar Modal, Optimistis Bakal Berbalik

OJK Ungkap Penyebab Outflow Pasar Modal, Optimistis Bakal Berbalik

OJK mengatasi outflow pasar modal akibat dinamika global dengan reformasi transparansi, likuiditas, dan peningkatan investor domestik untuk stabilitas jangka panjang.

(Bisnis.Com) 05/05/26 22:30 212422

Bisnis.com, JAKARTA – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Frederica Widyasari Dewi menegaskan bahwa arus dana keluar (outflow) di pasar modal Indonesia saat ini lebih dipengaruhi oleh dinamika global, bukan semata faktor domestik.

Frederica menjelaskan bahwa tekanan terhadap pasar modal tidak lepas dari kondisi geopolitik dan geoekonomi global, termasuk kebijakan suku bunga tinggi yang dipertahankan oleh bank sentral Amerika Serikat (AS).

Hal tersebut disampaikan usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Istana Merdeka, Selasa (5/5/2026).

“Dapat kami sampaikan kalau teman-teman lihat terjadi outflow ya karena memang saat ini kondisi dari faktor geopolitik dan geoekonomi secara global di mana tentu kalau dari The Fed higher for longer. Namun selama kita yakini fundamental kita baik ya kita harapkan ini akan bisa berbalik,” tuturnya.

Di tengah tekanan tersebut, OJK menegaskan telah melakukan berbagai pembenahan untuk meningkatkan transparansi dan kepercayaan investor global terhadap pasar modal Indonesia.

Langkah tersebut mencakup pembukaan data pemegang saham hingga level 1%, peningkatan detail klasifikasi data investor, serta pengungkapan Ultimate Beneficial Owner (UBO).

Selain itu, regulator juga memperkuat aspek likuiditas dengan mendorong peningkatan porsi saham beredar bebas (free float) di atas 15%. Reformasi ini dilakukan sebagai respons terhadap evaluasi global, termasuk dari lembaga indeks seperti MSCI.

Frederica menyebut, berbagai perbaikan tersebut mulai tercermin pada pergerakan pasar yang lebih berbasis fundamental. Ia menilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kini bergerak sejalan dengan indeks-indeks utama seperti LQ45 dan IDX30.

Ke depan, pasar masih akan menghadapi potensi penyesuaian jangka pendek, termasuk terkait rebalancing indeks global. Namun, OJK menilai dampaknya bersifat sementara.

“Ini adalah temporary apa dampak temporary dari perbaikan yang kita lakukan seperti short-term pain gitu ya, tapi harapannya ke depan akan semakin baik secara fundamental,” katanya.

Untuk memperkuat ketahanan pasar, OJK juga mendorong pendalaman pasar melalui peningkatan partisipasi investor domestik. Dalam setahun terakhir, jumlah investor pasar modal tercatat bertambah signifikan hingga sekitar 5 juta Single Investor Identification (SID).

“Kalau melihat angka jumlah investor di pasar modal kita dalam satu tahun tuh naik sekitar 5 juta SID. Jadi kita pendalaman pasar bagaimana investor domestik kita tingkatkan supaya kalau terjadi gonjang-ganjing di luar tetap apa lebih stabil untuk market kita,” tandasnya.

#ojk-pasar-modal #ketahanan-pasar-modal #arus-dana-keluar #dinamika-global #tekanan-pasar-modal #geopolitik-global #kebijakan-suku-bunga #bank-sentral-as #transparansi-investor #kepercayaan-investor-gl

https://market.bisnis.com/read/20260505/7/1971651/ojk-ungkap-penyebab-outflow-pasar-modal-optimistis-bakal-berbalik