HSBC Lepas Bisnis Wealth ke OCBC, Lini CIB Tetap Berjalan Normal

HSBC Lepas Bisnis Wealth ke OCBC, Lini CIB Tetap Berjalan Normal

HSBC alihkan bisnis Wealth ke OCBC, namun lini CIB tetap beroperasi normal. Pengalihan ini melibatkan aset Rp89,8 triliun, target selesai kuartal II/2027.

(Bisnis.Com) 05/05/26 13:15 211560

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank HSBC Indonesia memastikan bahwa lini Corporate and Institutional Banking (CIB) tidak terdampak oleh keputusan pengalihan bisnis International Wealth and Premier Banking (IWPB) ke PT Bank OCBC NISP Tbk. (NISP).

Perseroan menegaskan, HSBC tetap berkomitmen kuat terhadap Indonesia dan bisnis CIB, mengingat lini CIB tetap penting bagi jaringan internasional HSBC.

“CIB tidak terpengaruh oleh keputusan ini dan tetap penting bagi jaringan internasional HSBC,” jelas HSBC, dikutip dari laman resminya, Selasa (5/5/2026).

HSBC menilai Indonesia dan Asia Tenggara memiliki peran penting bagi klien CIB internasionalnya, serta menegaskan kesiapan perseroan untuk mendukung pertumbuhan klien CIB sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Sebagaimana diketahui, PT Bank OCBC NISP Tbk. (NISP) telah menandatangani perjanjian dengan PT Bank HSBC Indonesia untuk mengakuisisi aset dan liabilitas Wealth and Premier Banking dari HSBC Indonesia.

Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), OCBC NISP menyampaikan bahwa penandatanganan perjanjian telah dilaksanakan pada Senin (4/5/2026).

“Perseroan dan PT Bank HSBC Indonesia (HSBC Indonesia), menandatangani Perjanjian dimana Perseroan, tunduk pada dipenuhinya persyaratan pendahuluan sebagaimana tercantum dalam Perjanjian, akan mengakuisisi aset dan liabilitas Wealth and Premier Banking dari HSBC Indonesia,” tulis Investor Relations Head Bank OCBC NISP Jefry Tjahjadi dalam surat kepada BEI, dikutip pada Senin (4/5/2026).

OCBC memperkirakan transaksi pengalihan bisnis wealth ritel akan berdampak positif terhadap pendapatan perseroan setelah rampung, dengan target penyelesaian pada kuartal II/2027, di luar biaya transaksi satu kali (one-off).

Dalam transaksi tersebut, total dana kelolaan (AUM) yang dialihkan mencapai Rp89,8 triliun, terdiri atas investasi nasabah pada obligasi, reksa dana, dan asuransi sebesar Rp58,2 triliun serta simpanan nasabah Rp31,6 triliun. Selain itu, portofolio kredit ritel kecil senilai Rp3,6 triliun juga turut dialihkan.

Lebih lanjut, para pihak menetapkan nilai transaksi berdasarkan prinsip kesepakatan antara pembeli dan penjual (willing buyer–willing seller) dengan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk prospek bisnis wealth di Indonesia serta potensi sinergi bagi OCBC. Nilai final transaksi akan ditetapkan dan diumumkan setelah proses penyelesaian rampung.

#hsbc-indonesia #ocbc-nisp #wealth-banking #premier-banking #corporate-banking #institutional-banking #bisnis-wealth #pengalihan-bisnis #aset-liabilitas #akuisisi-aset #pertumbuhan-ekonomi #asia-tengga

https://finansial.bisnis.com/read/20260505/90/1971424/hsbc-lepas-bisnis-wealth-ke-ocbc-lini-cib-tetap-berjalan-normal