Ekspor Tuna RI Masih Didominasi Bahan Mentah, Potensi Nilai Tambah Hilang 45 Persen

Ekspor Tuna RI Masih Didominasi Bahan Mentah, Potensi Nilai Tambah Hilang 45 Persen

Indonesia berpotensi kehilangan 45% nilai tambah ekspor tuna jika tak hilirisasi. Kemendag soroti potensi produk olahan bernilai tinggi untuk pasar global.

(Kompas.com) 03/05/26 16:16 209599

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia dinilai berpotensi kehilangan hingga 45 persen nilai tambah dari ekspor tuna karena masih dominannya pengiriman dalam bentuk bahan baku segar dan beku, bukan produk olahan bernilai tinggi.

“Indonesia berpotensi kehilangan 45 persen nilai tambah karena mayoritas ekspor masih dalam bentuk bahan baku segar dan beku, bukan produk olahan premium,” kata Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kementerian Perdagangan, Ari Satria di Jakarta, Sabtu (2/5/2026).

Menurut Ari, Indonesia sebenarnya memiliki posisi kuat sebagai pemasok tuna global.

Namun, ketergantungan pada ekspor bahan mentah membuat nilai ekonomi yang diperoleh menjadi tidak maksimal dibandingkan negara lain yang telah mengembangkan industri hilir.

Ia menekankan bahwa peluang terbesar justru berada pada pengembangan produk turunan bernilai tinggi seperti makanan siap saji (ready to eat), functional food, hingga produk sampingan seperti kolagen, minyak ikan, dan pakan hewan.

“Strategi hilirisasi, diversifikasi produk, dan ekspansi pasar premium akan meningkatkan nilai ekspor secara signifikan,” kata dia.

Selain aspek industri, Ari juga menyoroti lemahnya _branding_ produk tuna Indonesia di pasar global.

Menurutnya, masyarakat Indonesia sendiri belum sepenuhnya menyadari kekuatan komoditas tuna sebagai identitas kuliner nasional yang bisa diangkat ke level internasional.

Ia mendorong kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, pelaku industri, hingga kreator dan _chef_, untuk memperkuat citra produk berbasis tuna Indonesia di pasar dunia.

“Tahu dong, Korea itu kan _drakornya_, dan _K-Popnya_ itu kan sangat (diminati di Indonesia). Jadi, intinya adalah bagaimana kita mengkolaborasikan semuanya,” ujarnya.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, kinerja ekspor tuna Indonesia menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan sekitar 7,46 persen sepanjang periode 2021–2025.

Pada 2025, nilai ekspor tuna Indonesia tercatat melampaui 1 miliar dollar AS, dengan pasar utama meliputi Amerika Serikat, Thailand, dan Jepang.

“Dengan nilai ekspor yang telah melampaui 1 miliar dollar AS pada 2025, sektor tuna memiliki potensi besar untuk terus berkembang melalui diversifikasi produk, peningkatan kualitas, dan penguatan akses pasar global,” ungkap Ari.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#hilirisasi-produk #ekspor-tuna-indonesia #nilai-tambah-ekspor #pasar-global-tuna

https://money.kompas.com/read/2026/05/03/161600226/ekspor-tuna-ri-masih-didominasi-bahan-mentah-potensi-nilai-tambah-hilang-45