Industri Asuransi Genjot Pertumbuhan Premi di 2026, Ini Tantangannya
Industri asuransi hadapi tantangan daya beli rendah dan klaim tinggi di 2026. Inovasi produk dan digitalisasi penting untuk dorong pertumbuhan premi 3%-6%.
(Bisnis.Com) 24/04/26 12:33 201593
Bisnis.com, JAKARTA — Industri asuransi dinilai masih perlu menghadapi sejumlah tantangan dalam mendongkrak pertumbuhan premi pada awal tahun ini atau pada 2026.
Pengamat asuransi Dedi Kristianto menyebut tantangan itu meliputi daya beli masyarakat yang masih terbatas, tingginya nilai klaim terutama asuransi kesehatan.
“Persaingan harga, penyesuaian regulasi, perang yang tidak kunjung berhenti walaupun dampaknya tidak secara langsung ,serta rendahnya literasi asuransi,” ungkapnya kepada Bisnis, dikutip pada Jumat (24/4/2026).
Sebab demikian, dia menyarankan industri asuransi untuk dapat melakukan inovasi produk, menguatkan distribusi, baik melalui agen, bank, dan digital. Kemudian, segmentasi pasar dan meningkatkan layanan serta literasi nasabah.
Untuk diketahui, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan pertumbuhan premi industri asuransi berada pada kisaran 3%—6% (year on year/YoY) pada 2026. Menurut Dedi, proyeksi tersebut tergolong moderat dan realistis.
“Target tersebut masuk akal, tetapi sangat bergantung pada kondisi ekonomi dan kemampuan perusahaan beradaptasi,” tegasnya.
Lebih lanjut, dia menilai motor pertumbuhan premi asuransi jiwa tahun ini akan berasal dari asuransi kesehatan, produk proteksi (term life), unit link yang lebih transparan, serta kanal bancassurance dan digital.
“Intinya, pertumbuhan akan didorong oleh kombinasi produk proteksi, kanal distribusi kuat, dan digitalisasi,” pungkasnya.
#asuransi-2026 #pertumbuhan-premi #tantangan-asuransi #daya-beli-masyarakat #klaim-asuransi-kesehatan #persaingan-harga-asuransi #regulasi-asuransi #literasi-asuransi #inovasi-produk-asuransi #distribu