Bupati Pekalongan Fadia Tersangka KPK, Bantah Terjaring OTT
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq jadi tersangka korupsi pengadaan barang, bantah terjaring OTT. KPK sita barang bukti, konferensi pers akan digelar.
(Bisnis.Com) 04/03/26 18:40 155182
Bisnis.com, JAKARTA - Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq menjadi tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa. Dia membantah terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT).
Dari pantauan Bisnis di lokasi, dia turun dari ruang pemeriksaan dengan mengenakan rompi oranye dan dikawal dua petugas KPK.
"Saya tidak OTT, saya tidak ada barang apapun yang diambil, dan pada saat penangkapan saya apa mereka menggerebek ke rumah," katanya, Rabu (4/3/2026).
Dia membantah menerima uang dari pengadaan barang dan jasa yang salah satunya di sektor outsourcing.
"Nggak, saya tidak ikut. Itu, bukan punya saya, saya nggak pernah ikut," jelasnya
Dia menyebut akan berdiskusi dengan kuasa hukumnya untuk mengajukan praperadilan. Sebagai informasi, Fadia ditangkap di Semarang pada Selasa (4/3/2026) dini hari bersama ajudan dan orang kepercayaannya.
Pada hari yang sama, KPK kembali mengamankan 11 orang dan diperiksa lebih lanjut di Jakarta. KPK juga menyita sejumlah kendaraan dan perangkat elektronik.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan akan menjelaskan konstruksi perkara secara detail pada hari ini.
"Untuk kronologi, konstruksi, dan pihak yang ditetapkan sebagai tersangka, kami akan sampaikan lengkap nanti melalui konferensi pers," ucapnya.
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu menuturkan, setiap perangkat daerah yang akan melakukan pengadaan diminta menyerahkan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) kepada PT RNB di awal, agar PT RNB bisa menyesuaikan nilai penawaran yang mendekati angka HPS.
Sepanjang tahun 2025, PT RNB mendominasi proyek pengadaan barang dan jasa (PBJ) di Pemkab Pekalongan dengan mengerjakan pengadaan jasa outsourcing di 17 Perangkat Daerah, 3 RSUD, dan 1 Kecamatan.
Asep menguraikan, sepanjang tahun 2023 - 2026, terdapat transaksi masuk ke PT RNB senilai Rp46 miliar yang bersumber dari kontrak antara PT RNB dan Perangkat Daerah di Pemkab Pekalongan.
Dari uang tersebut, sebanyak Rp22 miliar digunakan untuk pembayaran gaji pegawai outsourcing. Sisa diantaranya, dinikmati dan dibagikan kepada keluarga Bupati dengan total mencapai Rp19 miliar (sekitar 40%) dari total transaksi.
#bupati-pekalongan #fadia-arafiq #tersangka-kpk #korupsi-pengadaan #operasi-tangkap-tangan #ott-kpk #rompi-oranye #pengadaan-barang-jasa #sektor-outsourcing #praperadilan-fadia #penangkapan-semarang #k