Eksportir Semringah Pintu Ekspor Bakal Makin Terbuka Berkat IM-CEPA
Indonesia dan Brasil mempercepat pembentukan IM-CEPA untuk memperluas pasar ekspor dan mengurangi bea masuk, meningkatkan daya saing produk Indonesia.
(Bisnis.Com) 24/10/25 15:40 14643
Bisnis.com, JAKARTA — Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) menyebut langkah pemerintah memperkuat hubungan dengan Brasil melalui Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Mercosur (Indonesia—Mercosur Comprehensive Agreement Economic Partnership/IM—CEPA) akan membuat peluang ekspor semakin terbuka.
Sekretaris Jenderal GPEI 2024–2029 Toto Dirgantoro mengatakan Indonesia perlu mencari alternatif dari pasar tradisional ke pasar baru, termasuk ke Brasil.
“Ini memang perlu adanya perjanjian-perjanjian perdagangan atau CEPA seperti dengan Brasil segala supaya produk kita juga banyak bisa masuk ke sana. Berarti nambah market bagi industri kita dalam negeri,” kata Toto kepada Bisnis, Jumat (24/10/2025).
Terlebih, Toto menilai perjanjian dagang seperti CEPA akan meringankan produk Indonesia untuk bisa masuk ke negara mitra tanpa dikenai bea masuk atau dengan bea rendah. Dengan begitu, produk Indonesia bisa dijual dengan harga yang lebih kompetitif.
Meski demikian, menurutnya, pembebasan bea masuk tidak selalu menguntungkan, terutama jika diberikan pada produk yang jarang diminati atau dibeli oleh negara mitra.
“Kadang itu yang mereka berikan kebebasan untuk kita. Tetapi yang mereka minta kebebasan dari kita adalah produk-produk yang memang masuk ke Indonesia. Nah, inilah kerugian, kalau ini terjadi maka kerugiannya bukan hanya ke negara, tapi kerugian dunia usaha,” ujarnya.
Untuk itu, GPEI menilai Indonesia harus berhati-hati dalam membuat perjanjian perdagangan, agar posisinya kuat dan menguntungkan, sehingga tujuan untuk menciptakan surplus perdagangan bisa tercapai.
“Makanya di sini perjanjian itu harus jeli, posisinya juga harus kuat, dan lain sebagainya. Karena tujuan kita juga, kita kan bisa surplus dalam perdagangan dunia ini,” terangnya.
Seperti diketahui, Presiden Republik Federasi Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva berjanji kepada Presiden Prabowo Subianto akan membentuk IM—CEPA paling lambat Desember 2026. Lula da Silva mengupayakan perjanjian dagang itu dapat rampung sebelum Desember 2026 atau sebelum masa kepemimpinannya selesai di Brasil.
“Presiden Prabowo Subianto dan saya juga sepakat untuk mempercepat negosiasi perjanjian perdagangan preferensial antara Mercosul dan Indonesia sebelum akhir kepresidenan Brasil pada Desember mendatang," kata Lula da Silva saat memberikan joint statement bersama dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (23/10/2025).
Prabowo sebelumnya meminta pembentukan IM—CEPA untuk dipercepat pembahasannya bersama Brasil. Kepala Negara RI itu menambahkan, kedua negara bersepakat menuju pembentukan CEPA sebagaimana yang telah dijalankan Indonesia dengan Uni Eropa dan Kanada.
“Kita dapat dukungan dari Brasil karena Brasil sekarang adalah presiden dari Mercosur. Kita harap dukungan terus. Jadi di banyak bidang kita melihat sinergi yang sangat komplementer, saling mendukung,” kata Prabowo.
Adapun, Indonesia dan Brasil sebelumnya sepakat memperkuat kerja sama di sektor perdagangan dan investasi saat kunjungan kenegaraan Prabowo pada Juli 2025, termasuk segera merampungkan IM—CEPA.
Mercosur sendiri adalah blok perdagangan di Amerika Selatan yang beranggotakan Argentina, Brasil, Paraguay, Uruguay, hingga Venezuela.
#ekspor-indonesia #im-cepa #perjanjian-dagang #pasar-baru #produk-indonesia #bea-masuk #surplus-perdagangan #perdagangan-dunia #mercosur #perdagangan-indonesia #investasi-indonesia #kerjasama-perdagang