Moody's Downgrade Peringkat Kredit Indika Energy (INDY) ke B1, Ini Alasannya
Moody's menurunkan peringkat kredit Indika Energy ke B1 karena tekanan keuangan dan kenaikan belanja modal proyek tambang emas. Outlook stabil, harapan perbaikan 2027.
(Bisnis.Com) 13/02/26 12:51 135784
Bisnis.com, JAKARTA — Lembaga pemeringkat global, Moody\'s Ratings menurunkan peringkat kredit korporasi (CFR) PT Indika Energy Tbk. (INDY) menjadi B1 dari Ba3, sekaligus memangkas rating obligasi senior US$455 juta jatuh tempo 2029 ke level yang sama.
Seiring dengan downgrade peringkat, Moody\'s merevisi prospek (outlook) Indika Energy menjadi stabil dari sebelumnya negatif.
Analis Moody’s Anthony Prayugo menjelaskan bahwa penurunan rating mencerminkan kondisi rasio keuangan Indika yang sudah tertekan dan berpotensi memburuk akibat kenaikan belanja modal (capital expenditure/capex) proyek tambang emas Awak Mas, di tengah harga batu bara termal yang masih lemah.
“Total biaya proyek Awak Mas kini diperkirakan naik sekitar US$100 juta–US$150 juta, sehingga keseluruhan investasi membengkak menjadi hingga US$567 juta. Sebagian besar tambahan kebutuhan dana ini akan dibiayai melalui utang baru,” tulisnya dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (13/2/2026).
Dampaknya, utang yang disesuaikan INDY diestimasi Moody’s naik menjadi sekitar US$1,4 miliar pada 2026, dari US$1,1 miliar pada 2025. Belanja modal 2026 diperkirakan mencapai US$380 juta, termasuk sekitar US$300 juta untuk Awak Mas.
Estimasi kenaikan anggaran itu dipicu oleh keterlambatan pembebasan lahan pada 2025 sehingga konstruksi harus dipercepat agar target penyelesaian akhir 2026 tetap tercapai. Selain itu, perusahaan juga meningkatkan fasilitas kamp pekerja dan membangun jalan akses segala cuaca demi mendukung operasional saat produksi dimulai.
Hingga Desember 2025, proyek Awak Mas baru rampung sekitar 50% dan ditargetkan mulai uji coba produksi akhir 2026. Dengan asumsi bahwa biaya produksi menyeluruh sekitar US$1.150 per ons dan harga emas US$3.000 per ons serta produksi tahunan sekitar 100.000 ons
Anthony menyebut tambang ini berpotensi menghasilkan EBITDA sekitar US$130 juta per tahun setelah beroperasi penuh. Namun sebelum proyek emas tersebut benar-benar berkontribusi signifikan, kualitas kredit Indika masih sangat bergantung pada anak usaha batu bara, Kideco Jaya Agung, yang dimiliki 91%.
Di tengah harga batu bara termal yang masih lemah (diperkirakan rata-rata US$51 per ton pada 2026), EBITDA Indika diprediksi stagnan di kisaran US$200 juta, relatif datar dibanding 2025.
Dengan kenaikan utang dan kontribusi laba yang belum meningkat signifikan, rasio leverage (utang terhadap EBITDA) Indika diperkirakan naik menjadi sekitar 7 kali pada akhir 2026, dari sekitar 6 kali pada akhir 2025.
Perbaikan rasio baru diproyeksikan terjadi pada 2027 setelah tambang emas beroperasi penuh, dengan leverage berpotensi turun mendekati 4 kali.
Moody’s juga mengingatkan adanya risiko kebijakan, termasuk potensi perubahan regulasi pertambangan di Indonesia seperti pungutan ekspor batu bara, yang bisa menekan kinerja lebih lanjut.
Dalam 12–18 bulan ke depan, likuiditas INDY dinilai masih memadai. Saldo kas, fasilitas kredit yang belum ditarik, dan arus kas operasional diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan kas.
Namun, lonjakan belanja proyek Awak Mas akan mempersempit ruang terhadap batas perjanjian utang (covenant), terutama rasio net debt/EBITDA yang tidak boleh melebihi 3,75 kali pada 2026.
Harapan Upgrade Peringkat pada 2027
Outlook stabil mencerminkan keyakinan Moody’s bahwa risiko eksekusi proyek emas akan menurun dan Awak Mas akan mulai meningkatkan laba pada 2027, sehingga memperbaiki profil kredit perusahaan.
Kendati demikian, potensi kenaikan rating dapat terjadi jika rasio utang/EBITDA turun di bawah 4 kali secara berkelanjutan, rasio EBIT terhadap beban bunga di atas 2 kali
Sebaliknya, risiko penurunan rating lanjutan muncul jika proyek emas kembali mengalami keterlambatan atau pembengkakan biaya, arus kas internal tidak cukup, dan perusahaan melakukan ekspansi agresif atau pembagian dividen besar.
#indika-energy #moody-039-s-downgrade #peringkat-kredit #obligasi-senior #proyek-awak-mas #belanja-modal #harga-batu-bara #utang-indy #tambang-emas #ebitda-indika #rasio-leverage #risiko-kebijakan #li