Langkah FTSE Russell Tunda Review Indonesia Sudah Diantisipasi Pasar

Langkah FTSE Russell Tunda Review Indonesia Sudah Diantisipasi Pasar

FTSE Russell menunda review indeks Indonesia hingga Juni 2026, mengantisipasi reformasi pasar oleh OJK dan BEI tanpa menurunkan status pasar modal.

(Bisnis.Com) 10/02/26 12:27 131702

Bisnis.com, JAKARTA — Keputusan penyedia indeks global FTSE Russell melakukan penundaan review indeks Indonesia yang semula dijadwalkan pada Maret 2026 dinilai sudah diantisipasi pasar dan tidak mencerminkan penurunan status pasar modal Indonesia.

Head of Research RHB Sekuritas Andrey Wijaya menilai keputusan tersebut diambil menyusul proses reformasi pasar yang tengah dijalankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI), khususnya terkait penguatan transparansi dan integritas data pasar.

Dia berpendapat bahwa penundaan ini mencerminkan ketidakpastian teknis dalam masa transisi, terutama menyangkut pembaruan metodologi perhitungan free float serta potensi gangguan pasar selama implementasi aturan baru.

Dengan demikian, seluruh aksi indeks, mulai dari penambahan, penghapusan, hingga penyesuaian bobot investability saham Indonesia ditangguhkan sementara.

"Langkah tersebut pada dasarnya sudah diantisipasi dan mencerminkan kehati-hatian, bukan penurunan status pasar," ujarnya, Selasa (10/2/2026).

Penyedia indeks global, jelasnya, pada umumnya mensyaratkan keterbukaan kepemilikan saham serta metrik investability yang konsisten sebelum melakukan perubahan komposisi indeks.

Dengan demikian, FTSE Russell memilih menunggu kejelasan data free float yang terverifikasi dan stabil sebelum melanjutkan rebalancing. Panduan lanjutan diperkirakan baru akan disampaikan menjelang review Juni 2026.

Sikap FTSE Russell juga dinilai sejalan dengan keputusan MSCI yang sebelumnya membekukan proses rebalancing indeks Indonesia pada Februari 2026. Kedua lembaga tersebut merespons sumber ketidakpastian yang sama, yakni transparansi kepemilikan saham dan akurasi bobot free float, alih-alih mempertanyakan fundamental makroekonomi Indonesia.

“Isunya bersifat teknis dan metodologis, bukan struktural. Tidak ada indikasi kekhawatiran terhadap prospek ekonomi domestik,” tegas Andrey.

Lebih lanjut, RHB Sekuritas menilai fase ini lebih tepat dibaca sebagai periode monitoring ketimbang ancaman eksklusi dari indeks global.

Apabila reformasi OJK dan BEI berjalan sesuai rencana serta kualitas data meningkat, premi risiko akibat ketidakpastian indeks berpotensi menurun secara bertahap.

Kondisi tersebut pada akhirnya diharapkan mampu memulihkan kepercayaan investor pasif dan investor berbasis benchmark.

#ftse-russell #review-indeks-indonesia #penundaan-review #pasar-modal-indonesia #reformasi-pasar #otoritas-jasa-keuangan #bursa-efek-indonesia #transparansi-data-pasar #free-float #investability-saham #n-a

https://market.bisnis.com/read/20260210/7/1951696/langkah-ftse-russell-tunda-review-indonesia-sudah-diantisipasi-pasar