Purbaya Bersih-bersih DJP, Mutasi 4 Pejabat Pajak usai OTT KPK
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memutasi sejumlah pejabat DJP usai OTT KPK untuk membersihkan internal dan meningkatkan integritas lembaga.
(Bisnis.Com) 22/01/26 12:24 110534
Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memutasi sejumlah pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan pasca operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Purbaya melantik empat pejabat dalam rangka mutasi tersebut di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Jakarta Utara pada Kamis (22/1/2026).
Pertama, Untung Supardi yang dilantik menjadi kepala Kantor Wilayah DJP Jakarta Utara melalui Keputusan Menteri Keuangannya No. KMK-22/2026.
Kedua, Gorga Parlaungan sebagai kepala KPP Madya Jakarta Utara Kantor Wilayah DJP Jakarta Utara melalui Keputusan Menteri Keuangan No. KMK-6/SJ/2026.
Ketiga, Hadi Suprayitno sebagai kepala seksi pengawasan III KPP Madya Jakarta Utara, Kantor Wilayah DJP Jakarta Utara melalui Keputusan Direktur Jenderal Pajak No. KEP-13/PK/2026.
Keempat, Andi Arisandi sebagai pejabat fungsional penilai pajak ahli muda KPP Madya Jakarta Utara, Kantor Wilayah DJP Jakarta Utara melalui Keputusan Direktur Jenderal Pajak No. KEP-14/PJ/2026.
Mereka dilantik usai KPK menetapkan tiga pejabat pajak di Kantor Wilayah DJP Jakarta Utara sebagai tersangka dalam kasus suap pajak PT Wanatiara Persada yaitu eks Kepala KPP Madya Jakarta Utara Dwi Budi; eks Kepala Seksi Pengawas dan Konsultasi KPP Madya Jakarta Utara Agus Syaifudin; dan eks Tim Penilai di KPP Madya Jakarta Utara Asko Bahtiar.
Usai melantik para pejabat tersebut, Purbaya menyebut pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum pembersihan internal di tengah sorotan publik terhadap integritas Kementerian Keuangan.
"Satu orang yang menyimpang bisa merusak kerja ribuan orang. Karena itu, saya tidak ragu menyampaikan sikap bahwa pegawai pajak yang menyalahgunakan kewenangan akan dikenakan sanksi keras. Mulai dari mutasi ke wilayah terpencil, sampai penghentian," tegas Purbaya dalam arahannya usai pelantikan.
Dia bahkan membocorkan rencana perombakan struktur yang lebih masif dalam waktu dekat. Purbaya menyebut langkah ini sebagai upaya penyegaran sekaligus pembersihan organisasi dari elemen yang menghambat kinerja.
"Ini bukan yang terakhir. Kita akan lakukan dalam 1—2 bulan ini yang lebih ramai lagi, yang lebih besar-besar lagi. Bukan semata karena ada indikasi penyelewengan, tapi kita lihat ada beberapa pekerjaan yang tidak dikerjakan sebagaimana seharusnya," ungkapnya.
Purbaya juga menyinggung teori Fraud Triangle yaitu tekanan, kesempatan, dan pembenaran sebagai akar korupsi. Dia meminta para pimpinan unit untuk mengenali profil risiko pegawainya, tidak hanya dari sisi pekerjaan, tetapi juga gaya hidup.
Bendahara negara itu mengaku telah memeriksa data tabungan para pejabat, yang sekilas tampak wajar. Kendati demikian, dia mengingatkan bahwa dirinya dan tim pengawas internal memiliki akses informasi yang lebih luas untuk mendeteksi ketidakwajaran aset
"Saya rasa orang keuangan sudah jago me-manage saldo di tabungan. Tapi, jangan Anda anggap enteng. Saya masih bisa lihat dari tempat yang lain," ucapnya.
#mutasi-pejabat-pajak #ott-kpk #purbaya-yudhi-sadewa #direktorat-jenderal-pajak #kementerian-keuangan #pelantikan-pejabat-pajak #kantor-wilayah-djp-jakarta-utara #kasus-suap-pajak #integritas-kementeri