Kisah Jenderal Hoegeng Nyamar Jadi Hippies, Pakai Wig Gondrong, Kemeja Bunga-bunga dan Syal di leher

Kisah Jenderal Hoegeng Nyamar Jadi Hippies, Pakai Wig Gondrong, Kemeja Bunga-bunga dan Syal di leher

Kapolri ke-5, Jenderal Hoegeng Iman Santoso menyamar jadi hippies dan turun langsung ke lapangan untuk menyelidiki peredaran narkoba yang sedang marak kala itu.... | Halaman Lengkap

(SINDOnews Ekbis) 11/01/26 18:59 99887

KAPOLRIKe-5, Jenderal Hoegeng Iman Santoso menyamar jadi hippies dan turun langsung ke lapangan untuk menyelidiki peredaran narkoba yang sedang marak. Kala itu di era tahun 1960-1970-an, kasus penyalahgunaan narkoba di Jakarta merajalela, seiring masuknya budaya asing ke tanah air.

Kisah Jenderal Hoegeng Nyamar Jadi Hippies, Pakai Wig Gondrong, Kemeja Bunga-bunga dan Syal di leher


Hoegeng pun menyamar sebagai seorang hippies dengan penampilan berambut gondrong, berkumis tipis, pakaian urakan, sapu tangan diikat di leher, menggenakan kalung, dan menyelipkan bunga mawar di telinganya.

Untuk melengkapi penyamarannya, Hoegeng pun menambah aksesoris patung tengkorak dan mengisap rokok. Alhasil penampilan Hoegeng pun berubah total dan tak ada yang menggenalinya karena dirinya berubah bak seorang hippies yang sedang teler atau mabuk berat.

“Saya memang gemar menyamar. Anak buah saya menyuruh berdandan seperti anak muda 1970-an. Saya pakai wig gondrong, kemeja bunga-bunga, syal di leher. Pokoknya seperti orang gila,” katanya dalam buku: Hoegeng, Oase Menyejukkan Di Tengah Perilaku Koruptif Para Pemimpin Bangsa, dikutip Minggu (11/1/2026).

Hoegeng bercerita melakukan penyamaran karena penasaran melihat generasi muda waktu itu sangat menggemari mariyuana atau ganja. Dalam penyamaran ke daerah-daerah di Jakarta, Hoegeng mendatangi tempat berkumpul kaum hippies.

Para pemuda zaman itu menggandrungi grup musik rock asal Barat dan meniru gaya hidup para rocker. Termasuk beberapa kebiasaan buruk, seperti penyalahgunaan narkoba (ketika itu yang terkenal mariyuana) dan seks bebas.

Bahkan di Barat muncul istilah Generasi Bunga yang menentang kemapanan dan segala bentuk kekerasan. Penampilan merak memiliki ciri khas, berpakaian tak karuan, rambut gondrong, gemar musik rock, penyalahgunaan narkoba, dan seks bebas.

Berhari-hari Hoegeng bergaul dengan kaum hippies tanpa seorangpun yang menggenalinya. Dia pun meninggalkan keluarganya dan berkelana ke penjuru Jakarta seperti orang asing.

“Yang menggelikan. Saya tidak berani mencoba mariyuana. Hanya merokok dan bertanya macam-macam kepada anak-anak muda itu,” kenang Hoegeng.

Hasil penyamaran itu membuat Hoegeng mengetahui beberapa fakta mencengangkan yang ditemukan saat penyamaran menyelidiki kasus narkoba. Di antaranya bocah pencandu yang biasa membeli mariyuana di pedagang rokok secara diam-diam.

Selanjutnya sejak 1971 bencana penyalahgunaan narkoba di Indonesia mulai mendapat perhatian secara serius dari masyarakat umum dan khususnya pemerintah.

Untuk itu, pemerintah mengeluarkan Undang-Undang RI No9/1976 tentang Narkotika dan membentuk badan khusus untuk menangani masalah narkotika yaitu Badan Koordinasi Pelaksana (BAKOLAK) INPRES No. 6/1971 sub team narkotika.

Hoegeng juga mendatangi Sidang Interpol di Brussel, Belgia, pada September 1970. Sebab, narkoba telah menjadi isu dunia dan posisi Indonesia tak jauh dari kawasan narkoba yakni Segi Tiga Emas di Indochina. Dalam sidang itu, Hoegeng mendapat informasi lengkap soal narkoba dan jalur peredarannya.
(shf)

#menyamar #cerita-pagi #jenderal-hoegeng #penyamaran #hoegeng-iman-santoso

https://daerah.sindonews.com/read/1665131/29/kisah-jenderal-hoegeng-nyamar-jadi-hippies-pakai-wig-gondrong-kemeja-bunga-bunga-dan-syal-di-leher-1768129279