AUM BNP Paribas AM Capai Rp34,96 Triliun, Ditopang Syariah Offshore ESG
BNP Paribas AM mencatat AUM Rp34,96 triliun pada Desember 2025, naik 10% YoY, didorong reksa dana syariah offshore berbasis ESG dan pemulihan pasar saham.
(Bisnis.Com) 10/01/26 08:19 98979
Bisnis.com, JAKARTA – PT BNP Paribas Asset Management membukukan kenaikan AUM dobel digit sepanjang 2025.
Direktur Investasi BNP Paribas Asset Management Djumala Sutedja menerangkan, total AUM reksa dana dan Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) BNP Paribas AM mencapai Rp34,96 triliun per Desember 2025. Realisasi tersebut mencerminkan kenaikan hingga 10% secara year on year (YoY) dibandingkan Rp31,9 triliun pada Desember 2024.
Menurut Djumala, pertumbuhan AUM tersebut terutama didorong oleh kinerja reksa dana syariah offshore berbasis environmental, social, and governance (ESG). Salah satu produk unggulan perseroan adalah Reksa Dana BNP Paribas DJIM Global Technology Titans 50 Syariah USD. Berdasarkan data Bareksa, kinerja produk tersebut tercatat menguat 19,01% YoY.
“Per Desember 2025, BNP Paribas AM membukukan AUM sebesar Rp34,96 triliun yang merupakan gabungan dari reksa dana dan KPD. Angka ini naik 10% dari Desember 2024 yang didorong oleh ragam reksa dana offshore syariah berbasis ESG yang kami miliki, baik di pasar saham China maupun pasar saham negara maju,” katanya kepada Bisnis, Jumat (9/1/2026).
Kenaikan AUM tersebut sejalan dengan pemulihan pasar saham pada paruh kedua 2025. Rebound pasar dinilai terjadi setelah tekanan pada April 2025, ketika pasar saham domestik terkoreksi tajam menyusul pengumuman tarif oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Kendati sempat tertekan, sepanjang 2025 indeks harga saham gabungan (IHSG) mencatatkan total 24 rekor tertinggi baru.
Capaian tersebut sebagian besar terjadi pada paruh kedua 2025, setelah fase pelemahan pasar. Kondisi itu dinilai turut mendorong kinerja reksa dana saham dan reksa dana campuran yang dikelola BNP Paribas Asset Management.
“Kebijakan Bank Indonesia yang menjaga stabilitas suku bunga dan memperkuat instrumen likuiditas juga turut meningkatkan kepercayaan investor,” katanya.
Selain faktor domestik, pelonggaran kebijakan moneter global serta stimulus fiskal di sejumlah negara maju dinilai menciptakan kondisi likuiditas yang kondusif. Situasi tersebut mendorong percepatan aliran dana ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), AUM industri reksa dana pada Desember 2025 tercatat sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah. Tidak hanya melampaui capaian tahun sebelumnya, total AUM tersebut juga jauh lebih tinggi dibandingkan realisasi sejak 2020.
Sepanjang 2025, AUM industri reksa dana tumbuh signifikan sebesar 35,94% YoY menjadi Rp658,69 triliun. Sementara itu, nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana tercatat meningkat 35,26% YoY menjadi Rp675,32 triliun.
#bnp-paribas #asset-management #aum-bnp-paribas #reksa-dana-syariah #offshore-esg #aum-reksa-dana #kpd-bnp-paribas #pasar-saham-china #pasar-saham-negara-maju #ihsg-rekor-tertinggi #kebijakan-bank-indo