Garut Tarik 7,19 Juta Wisatawan Sepanjang 2025, Pariwisata Naik 27,6%
Garut menarik 7,19 juta wisatawan pada 2025, naik 27,6% dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menunjukkan daya tarik wisata Garut meningkat, mendukung ekonomi lokal.
(Bisnis.Com) 09/01/26 09:25 97978
Bisnis.com, GARUT --- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) dengan tujuan Kabupaten Garut, Jawa Barat mencapai 7,19 juta perjalanan, meningkat 27,62% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,63 juta perjalanan.
Kepala BPS Kabupaten Garut, Nevi Hendri, menilai capaian tersebut mencerminkan menguatnya kembali mobilitas masyarakat sekaligus meningkatnya daya tarik destinasi wisata Garut di tengah perbaikan kondisi ekonomi regional.
“Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa pariwisata kembali menjadi salah satu penggerak utama konsumsi rumah tangga dan aktivitas ekonomi lokal, terutama pada sektor akomodasi, transportasi, serta usaha mikro dan kecil,” ujar Nevi, Kamis (8/1/2026).
Secara bulanan, kinerja pariwisata Garut pada November 2025 juga masih berada pada jalur positif. Jumlah perjalanan wisnus tujuan Kabupaten Garut tercatat sebanyak 625.264 perjalanan, tumbuh 3,88% secara bulanan dan melonjak 33,33 persen secara tahunan.
Menurut Nevi, pertumbuhan tahunan yang relatif tinggi mengindikasikan adanya basis permintaan yang semakin kuat, bukan sekadar lonjakan musiman. “Ini menjadi sinyal Garut mulai diposisikan sebagai destinasi utama, bukan hanya alternatif,” katanya.
Tidak hanya sebagai daerah tujuan, Garut juga berperan aktif sebagai daerah asal pergerakan wisatawan. Sepanjang Januari–November 2025, jumlah perjalanan wisnus yang berasal dari Kabupaten Garut mencapai 5,26 juta perjalanan, meningkat signifikan 45,52% dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang tercatat 3,61 juta perjalanan.
Namun, secara bulanan terdapat dinamika yang perlu dicermati. Pada November 2025, jumlah perjalanan wisnus asal Garut tercatat 432.403 perjalanan, turun 0,94% dibandingkan Oktober 2025, meski secara tahunan masih melonjak tajam 49,99%.
“Penurunan bulanan ini relatif kecil dan lebih mencerminkan faktor musiman, bukan pelemahan struktural,” jelas Nevi.
Dari sisi tujuan perjalanan, wisnus asal Garut pada November 2025 paling banyak mengunjungi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Tasikmalaya, dengan proporsi gabungan sekitar 48,85% dari total perjalanan. Ketergantungan pada wilayah penyangga ekonomi Jawa Barat tersebut, menurut BPS, mencerminkan pola mobilitas berbasis pusat pertumbuhan ekonomi dan jasa.
Sementara itu, dari sisi pertumbuhan bulanan, tujuan perjalanan dari Garut yang mengalami kenaikan tertinggi adalah Kabupaten Pangandaran (21,89%), Kabupaten Sukabumi (21,47%), dan Kabupaten Kuningan (12,05%). Sebaliknya, penurunan terjadi pada perjalanan ke Kota Cirebon, Kabupaten Subang, dan Kabupaten Bekasi, masing-masing turun 17,17%, 14,39%, dan 13,53%.
Adapun wisatawan nusantara yang bertujuan ke Kabupaten Garut pada November 2025 paling banyak berasal dari Kabupaten Bandung, Kota Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat, dengan kontribusi sekitar 49,75 persen dari total wisnus. Pertumbuhan tertinggi secara bulanan datang dari Kabupaten Indramayu, Kota Cirebon, dan Kota Cimahi, sementara penurunan berasal dari Kota Sukabumi, Kabupaten Cianjur, dan Kabupaten Sukabumi.
Nevi menegaskan, tren ini menjadi peluang strategis bagi pemerintah daerah. “Tantangannya adalah memastikan pertumbuhan kunjungan pariwisata diikuti peningkatan kualitas layanan dan dampak ekonomi yang merata, agar multiplier effect benar-benar dirasakan masyarakat Garut,” pungkasnya.
#garut-wisatawan #pariwisata-garut #wisata-garut #wisatawan-nusantara #bps-garut #daya-tarik-garut #destinasi-wisata-garut #ekonomi-lokal-garut #perjalanan-wisnus #wisatawan-bandung #wisatawan-tasikmal