Kemendag: Transaksi Harbolnas 2025 Tembus Rp36,4 Triliun

Kemendag: Transaksi Harbolnas 2025 Tembus Rp36,4 Triliun

Transaksi Harbolnas 2025 mencapai Rp36,4 triliun, naik 17% dari 2024. Produk lokal menyumbang 45,6% transaksi. Fitur live shopping dan promosi afiliator populer.

(Bisnis.Com) 05/01/26 16:05 93862

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebut program belanja daring Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2025 mengantongi total transaksi Rp36,4 triliun, atau melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp33–34 triliun.

Harbolnas yang berlangsung pada 10—16 Desember 2025 itu mengalami kenaikan transaksi hingga 17% dibandingkan Harbolnas 2024 yang hanya Rp31,2 triliun.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan Harbolnas membuktikan efektifnya kolaborasi pemerintah dengan asosiasi niaga elektronik (e-commerce) dalam memperkuat ekosistem perdagangan digital. Menurutnya, Harbolnas juga menjadi instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Harbolnas berhasil membuktikan perayaan belanja dapat menjadi momentum strategis, yaitu sebagai stimulus dalam meningkatkan daya beli masyarakat jelang akhir tahun,” kata Budi dalam keterangan tertulis, Senin (5/1/2026).

Harbolnas 2025 mengikutsertakan lebih dari 1.300 pelaku usaha, yang terdiri atas pedagang (merchant), ritel daring, hingga penyedia layanan lokapasar (marketplace).

Budi menyampaikan, produk lokal mencatatkan transaksi dengan kontribusi sebesar 45,6% dari total transaksi Harbolnas 2025 atau setara Rp16,6 triliun. Transaksi produk lokal meningkat 3% atau sebesar Rp500 miliar dibandingkan dengan 2024.

Adapun, tiga kategori produk lokal yang paling banyak diminati oleh konsumen selama periode Harbolnas 2025 adalah fesyen dan pakaian olahraga, produk perawatan diri (personal care), serta produk makanan dan minuman.

“Capaian tersebut menunjukkan penguatan preferensi masyarakat terhadap produk dalam negeri di platform perdagangan digital,” ujarnya.

Budi menyatakan pemerintah akan terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memanfaatkan momentum belanja daring, termasuk melalui Harbolnas.

Menurutnya, upaya meningkatkan daya saing produk dalam negeri dapat dilakukan melalui beberapa langkah strategis, mulai dari mendorong peningkatan kualitas produk, memperluas jangkauan pasar, serta menguatkan kapasitas digital para pelaku usaha agar mereka mampu bersaing secara berkelanjutan di pasar global.

Lebih lanjut, Budi mengungkapkan fitur belanja langsung (live shopping) menjadi favorit, dengan 80% konsumen Harbolnas 2025 menunjukkan minat pada fitur ini. Apalagi, keunggulan live shopping terletak pada kemampuannya menyediakan ulasan produk secara daring dan interaktif.

Di sisi lain, fitur permainan atau gamifikasi, seperti pengumpulan poin atau kenaikan peringkat, hanya diminati oleh 31% konsumen, sementara fitur lelang (bid) menarik minat hanya 7% konsumen Harbolnas 2025.

Selain itu, promosi melalui afiliator juga terbukti efektif, dengan 54% konsumen melakukan pembelian melalui tautan yang dibagikan di berbagai platform media sosial, seperti Instagram Story, TikTok Post, Facebook, dan YouTube Shorts.

Budi berharap, Harbolnas dapat terus menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV. Program ini juga sejalan dengan pelaksanaan Every Purchase is Cheap (EPIC) Sale dan Belanja di Indonesia Aja (BINA) Great Sale, yang jika ketiganya digabungkan menargetkan nilai transaksi hingga Rp110 triliun untuk 2025.

Dia menyatakan, melalui kombinasi program belanja ini, pemerintah berharap aktivitas ekonomi masyarakat dapat meningkat secara signifikan.

Kemendag juga berharap pelaku usaha dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk mengembangkan skala usaha, memperluas jangkauan pasar, serta meningkatkan kapasitas digital di tengah ekosistem perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE) yang kian kompetitif.

#harbolnas-2025 #transaksi-harbolnas #kemendag-harbolnas #belanja-online-nasional #pertumbuhan-ekonomi-digital #produk-lokal-harbolnas #umkm-harbolnas #live-shopping-harbolnas #promosi-afiliator #penin

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260105/12/1941563/kemendag-transaksi-harbolnas-2025-tembus-rp364-triliun