Pertama dalam 21 Bulan, Ekspor Industri Pengolahan Terkontraksi pada November 2025

Pertama dalam 21 Bulan, Ekspor Industri Pengolahan Terkontraksi pada November 2025

Ekspor industri pengolahan Indonesia turun 1,46% YoY pada November 2025, pertama kali dalam 21 bulan, meski secara kumulatif Januari-November 2025 naik 14% YoY.

(Bisnis.Com) 05/01/26 15:46 93811

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja ekspor industri pengolahan mengalami kontraksi sebesar 1,46% secara tahunan (year on year /YoY) pada November 2025.

Kontraksi ini menandai pelemahan pertama ekspor industri pengolahan sejak Februari 2024 atau 21 bulan terakhir.

Pembalikan tren ini mengakhiri fase pertumbuhan positif hampir dalam dua tahun, yang mengindikasikan mulai meredanya permintaan eksternal terhadap produk manufaktur nasional.

Padahal, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini menjelaskan industri pengolahan merupakan sektor penyumbang nilai ekspor nonmigas terbesar. Pada November 2025, industri pengolahan menyumbang 83,7% dari total nilai ekspor nonmigas.

"Pada November 2025 total ekspor nonmigas sebesar US$21,64 miliar. Jika dirinci menurut sektor maka sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan berkontribusi sebesar US$0,54 miliar; kemudian Sektor Pertambangan dan Lainnya berkontribusi sebesar US$2,99 miliar; dan sektor Industri Pengolahan sebesar US$18,11 miliar," jelas Pudji dalam konferensi pers, Senin (5/1/2025).

Dia menjelaskan semua sektor memang mengalami kontraksi alias penurunan kinerja ekspor pada November 2025. Perinciannya, Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan turun 6,09% YoY; Pertambangan dan Lainnya turun 22,28% YoY; dan Industri Pengolahan turun 1,46%.

Alhasil, secara keseluruhan, BPS mencatat bahwa ekspor pada November 2025 tercatat mengalami kontraksi sebesar 6,6% YoY.

Kendati demikian, secara kumulatif alias Januari—November 2025, BPS mencatat industri pengolahan masih mengalami kenaikan ekspor sebesar 14% YoY, dengan nilai mencapai US$205,93 miliar. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, ekspor industri pengolahan hanya mencapai US$180,65 miliar.

Dalam catatan BPS, nilai ekspor nonmigas naik 7,07% YoY menjadi US$244,75 miliar pada Januari—November 2025. Nilai tersebut naik dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar US$228,59 miliar.

Pudji menerangkan bahwa sektor industri pengolahan menjadi pendorong utama atas peningkatan kinerja ekspor nonmigas pada periode Januari hingga November 2025 dengan andil sebesar 10,41%.

"Ekspor sektor industri pengolahan yang naik cukup besar yaitu minyak kelapa sawit, barang perhiasan dan barang berharga, kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian, logam dasar bukan besi, serta semikonduktor dan komponen elektronik lainnya," jelasnya.

#ekspor-industri #industri-pengolahan #kontraksi-ekspor #ekspor-nonmigas #bps-ekspor #ekspor-november-2025 #ekspor-manufaktur #nilai-ekspor #ekspor-tahunan #ekspor-pertanian #ekspor-pertambangan #ekspo

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260105/9/1941672/pertama-dalam-21-bulan-ekspor-industri-pengolahan-terkontraksi-pada-november-2025