Gerak Gesit Investor Ritel Meriahkan Lantai Bursa 2026
Investor ritel mendominasi pasar modal 2025 dengan 20,2 juta SID, naik 35,88% YoY. KSEI targetkan 2 juta investor baru 2026, fokus tingkatkan kualitas investor.
(Bisnis.Com) 31/12/25 06:00 89220
Bisnis.com, JAKARTA – Investor ritel domestik tercatat mendominasi komposisi investor pasar modal di sepanjang 2025. Adapun, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total investor telah mencapai 20,2 juta single investor identification (SID) per 23 Desember 2025.
Deputi Komisioner Pengawas Pengelolaan Investasi Pasar Modal dan Lembaga Efek Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Eddy Manindo Harahap menjelaskan bahwa realisasi hingga 23 Desember 2025 telah mencerminkan kenaikan hingga 5,34 juta SID baru dibandingkan target yang ditetapkan OJK pada awal tahun.
Sementara itu, dibandingkan realisasi 2024, tercatat pertumbuhan hingga 35,88% YoY dibandingkan 14,87 juta SID pada tahun lalu.
“Perkembangan ini juga menjelaskan keberhasilan upaya inklusi keuangan yang telah kita lakukan bersama-sama,” katanya saat ditemui wartawan di BEI, Selasa (30/12/2025).
Dari sisi komposisi, investor ritel dengan usia kurang dari 30 tahun mendominasi total investor Tanah Air dengan torehan sebesar 54,23%, investor berusia 31–40 tahun sebanyak 24,88% dari total, usia 41–50 tahun sebesar 12,31%, usia 51–60 tahun sebanyak 5,69%, dan usia lebih dari 60 tahun hanya sebanyak 2,89% dari total.
Meskipun begitu, total aset yang dimiliki semua kelompok umur tersebut berbanding terbalik dengan total jumlah investor. Investor dengan usia lebih dari 60 tahun justru memiliki total aset Rp1.201 triliun, sementara investor dengan kelompok usia kurang dari 30 tahun hanya memiliki Rp80,57 triliun dan menjadi yang terkecil dari semua kelompok umur.
“Dan ini menunjukkan potensi besar terhadap generasi muda kita dalam mendorong perkembangan pasar modal di masa depan,” katanya.
Di satu sisi, data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan bahwa demografi investor sepanjang 2025 didominasi oleh laki-laki dengan torehan sebesar 66,35%.
Berdasarkan data KSEI, jumlah investor pasar modal resmi melampaui 20 juta, tepatnya mencapai 20.042.365 single investor identification (SID) per Rabu (17/12/2025).
Angka jumlah investor itu melonjak 34,8% secara tahunan (year on year/YoY), atau bertambah 5,17 juta SID dibandingkan posisi akhir 2024. Lonjakan juga terjadi pada investor saham yang mencapai 8,46 juta SID, meningkat 32,6% YoY.
Pencapaian ini beriringan dengan rekor lain di pasar modal. Di pasar saham misalnya, indeks harga saham gabungan (IHSG) mencetak 24 rekor baru sepanjang tahun.
Hingga pertengahan Desember 2025, rata-rata nilai transaksi harian juga berada di kisaran Rp17,67 triliun atau setara US$1,07 miliar, menempatkan Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam kelompok billion dollar exchange dunia.
KSEI Bidik 2 Juta Investor 2026
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menargetkan penambahan 2 juta investor pasar modal untuk 2026. Pelaku pasar diharapkan terlibat untuk mencapai target tersebut.
“Mudah-mudahan ini bisa kami capai. Tentunya ini sangat membutuhkan peran dari para pelaku pasar atau partisipasi baik dari sekuritas, bank kustodian, serta agen-agen penjual lainnya untuk menarik investor pasar modal Indonesia,” kata Direktur Utama KSEI Samsul Hidayat dalam media gathering KSEI, Selasa (23/12/2025).
Selain menambah jumlah investor, Samsul mengatakan KSEI juga fokus untuk meningkatkan kualitas investor yang ada di pasar modal. Menurutnya, peningkatan kualitas investor ini tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat.
Hal ini tak lepas dari fakta bahwa sebagian besar investor pasar modal saat ini merupakan investor reksa dana yang melakukan investasi jangka panjang. Menurut Samsul, kelompok investor ini cenderung bersikap konservatif.
“Hampir 18 juta investor itu investor raksa dana dan itu investornya memang bukan seperti investor saham yang aktif melakukan perdagangan harian,” ucapnya.
Berdasarkan data KSEI, jumlah investor reksa dana mencapai 18.990.746 investor. Jumlah investor tersebut beririsan dengan investor saham yang berjumlah 8.504.076 investor.
Sementara itu, investor Surat Berharga Negara (SBN) saat ini berjumlah 1.405.712 investor. Adapun KSEI mencatat total jumlah investor hingga 19 Desember 2025 adalah sebesar 20.129.679 investor.
Sementara berdasarkan wilayah persebarannya, sebanyak 68,91% investor berada di Pulau Jawa, lalu sebesar 16,29% di Pulau Sumatra, kemudian 4,9% investor dari Pulau Kalimantan, dan sisanya tersebar di wilayah lain di Indonesia.
#investor-ritel #pasar-modal #ojk #single-investor-identification #inklusi-keuangan #demografi-investor #investor-muda #aset-investor #ksei #investor-saham #ihsg #transaksi-harian #bursa-efek-indonesia