Dari Kita untuk Semesta, Aksi Penanaman Mangrove di Tanjung Lame Ujung Kulon
Upaya pelestarian ekosistem pesisir di ujung barat Pulau Jawa kembali diperkuat melalui aksi penanaman mangrove di kawasan Tanjung Lame, Taman Nasional Ujung Kulon... | Halaman Lengkap
(SINDOnews Ekbis) 24/12/25 20:28 84402
PANDEGLANG - Upaya pelestarian ekosistem pesisir di ujung barat Pulau Jawa kembali diperkuat melalui aksi penanaman mangrove di kawasan Tanjung Lame, Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Kabupaten Pandeglang. Kegiatan yang dilaksanakan Minggu (21/12/2025) ini merupakan inisiatif kolaboratif Aksara Bhumi Nusaraya untuk menjaga benteng alami terakhir di kawasan pesisir dari ancaman abrasi dan dampak perubahan iklim.Aksi penanaman mangrove tidak hanya bertujuan penghijauan, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam menjaga keseimbangan biodiversitas di salah satu kawasan konservasi paling penting di Indonesia. Kawasan Tanjung Lame memiliki peran strategis sebagai penyangga ekosistem Taman Nasional Ujung Kulon yang telah diakui sebagai situs warisan dunia.
Founder Aksara Bhumi Nusaraya Muhammad Yuspiani mengatakan, pemulihan ekosistem mangrove merupakan tanggung jawab bersama lintas generasi. “Penanaman mangrove di Tanjung Lame merupakan langkah konkret Aksara Bhumi Nusaraya dalam mendukung restorasi lingkungan berbasis komunitas. Kami percaya setiap bibit yang ditanam hari ini adalah investasi bagi masa depan pesisir Banten yang lebih tangguh menghadapi bencana dan krisis iklim,” ujarnya, Rabu (24/12/2025).
Ketua Lingkar Muda Ujung Kulon Dedi berkomitmen memastikan bibit mangrove dapat tumbuh dan terawat dengan baik. “Bagi kami, pemuda di sekitar Ujung Kulon, mangrove adalah pelindung rumah dan sumber kehidupan. Lingkar Muda Ujung Kulon akan terus mengawal pertumbuhan bibit ini serta mengajak masyarakat untuk menjaga pesisir. Kami ingin Tanjung Lame kembali asri dan menjadi habitat biota laut yang menopang ekonomi nelayan lokal,” ungkapnya.
Kegiatan penanaman mangrove ini dilaksanakan di kawasan pesisir Tanjung Lame, Kabupaten Pandeglang, yang memiliki peran strategis sebagai penyangga ekosistem Taman Nasional Ujung Kulon. Secara ekologis, kegiatan ini bertujuan memperkuat perlindungan pesisir dari abrasi dan banjir, meningkatkan cadangan karbon biru (blue carbon), serta menjaga keberlangsungan habitat flora dan fauna pesisir.
Kegiatan ditutup dengan penanaman mangrove secara simbolis oleh para tokoh dan dilanjutkan dengan gotong royong bersama masyarakat sekitar. Melalui sinergi antara Yayasan Aksara Bhumi Nusaraya dan Lingkar Muda Ujung Kulon, diharapkan gerakan ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk terlibat dalam upaya pelestarian kawasan Ujung Kulon.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi aktif dari Yayasan Aksara Bhumi Nusaraya sebagai organisasi yang berfokus pada isu lingkungan, keberlanjutan, dan pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan literasi ekologi serta aksi nyata di berbagai wilayah Indonesia.
Lingkar Muda Ujung Kulon adalah wadah pemuda di kawasan Ujung Kulon yang berdedikasi pada kegiatan konservasi alam, edukasi lingkungan, serta perlindungan warisan alam di Kabupaten Pandeglang.
(jon)
#mangrove #penanaman-mangrove #ekowisata-mangrove #pelestarian-alam