Antisipasi Kekeringan, Australia Ekspansi Kapasitas Ubah Air Laut jadi Air Tawar
Australia berencana ekspansi desalinasi untuk mengatasi kekeringan dan memenuhi kebutuhan air akibat pertumbuhan penduduk dan industri hingga 2035
(Bisnis.Com) 24/12/25 16:21 84112
Bisnis.com, JAKARTA — Australia tengah bersiap melakukan ekspansi besar-besaran pada kapasitas desalinasi guna memenuhi kebutuhan air bersih, seiring dengan pertumbuhan penduduk yang pesat dan tren penurunan curah hujan rata-rata di wilayah perkotaan utama.
Benua paling kering di dunia itu diproyeksikan akan membangun atau memperluas 11 fasilitas desalinasi dalam 10 tahun ke depan, dengan nilai investasi melampaui 23 miliar dolar Australia. Proyeksi tersebut tertuang dalam laporan riset Oxford Economics yang disusun oleh Dominic McNally.
McNally mencatat pertumbuhan populasi diperkirakan akan mendorong tambahan kebutuhan air rumah tangga sebesar 190 gigaliter (GL) per tahun di kota-kota besar Australia pada 2035. Pada saat yang sama, ekspansi industri pusat data berpotensi mempercepat lonjakan konsumsi air di kawasan perkotaan.
“Proyeksi pertumbuhan penduduk kami mengindikasikan tambahan permintaan air rumah tangga sekitar 190 GL per tahun di kota-kota besar pada 2035, sementara industri pusat data yang berkembang pesat juga mengancam memperluas penggunaan air perkotaan secara cepat. Peningkatan permintaan ini terjadi bersamaan dengan penurunan curah hujan rata-rata di pusat-pusat populasi utama, sehingga meningkatkan kerentanan infrastruktur yang ada,” ujarnya, dikutip dari Bloomberg.
Aktivitas pembangunan infrastruktur air sempat melambat setelah 2010 seiring dengan meredanya kekeringan parah. Namun, periode kering dalam beberapa tahun terakhir kembali membangkitkan perhatian terhadap ketahanan air dan memicu gelombang baru investasi infrastruktur air, termasuk desalinasi.
Rumah tangga di Australia kerap menghadapi pembatasan penggunaan air pada musim panas saat kekeringan, terutama di Australia Selatan yang sebagian besar wilayahnya tergolong kering hingga semi-kering. Oxford Economics memperkirakan, dalam 10 tahun ke depan, permintaan air minum di sejumlah wilayah akan meningkat lebih dari 10%.
Dari sisi industri, BHP Group berencana menggelontorkan dana 840 juta dolar Australia untuk memperkuat proyek tambang tembaga bawah tanah Olympic Dam di Australia Selatan. Oxford menilai, proyek ini, bersama sejumlah proyek sumber daya alam di sekitarnya, akan membutuhkan fasilitas desalinasi guna menopang peningkatan aktivitas pertambangan dan pemurnian, dengan memompa air dari Teluk Spencer.
Selain itu, pengembangan hidrogen hijau dan amonia juga membutuhkan energi dan air tawar dalam jumlah besar. Kondisi tersebut mendorong produksi di wilayah kering seperti Pilbara di Australia Barat dan Gladstone di Queensland. Penggunaan industri diperkirakan akan mendorong lonjakan signifikan pembangunan infrastruktur air di Australia Barat, Australia Selatan, dan Queensland pada paruh akhir dekade 2020-an.
“Situasi ini telah memperbarui minat otoritas air untuk mengusulkan perluasan kapasitas desalinasi sebagai bagian dari rencana investasi aset mereka dalam satu dekade mendatang,” kata McNally.
#desalinasi-air #kapasitas-desalinasi #air-laut-jadi-tawar #kekeringan-australia #investasi-infrastruktur-air #pertumbuhan-penduduk-australia #kebutuhan-air-bersih #fasilitas-desalinasi #penurunan-cura