Bisnis Indonesia dan MGRO Salurkan Bantuan Bagi Korban Bencana di Aceh Tamiang

Bisnis Indonesia dan MGRO Salurkan Bantuan Bagi Korban Bencana di Aceh Tamiang

Bisnis Indonesia dan MGRO menyalurkan bantuan bagi korban banjir di Aceh Tamiang, berupa beras dan makanan, untuk meringankan beban masyarakat terdampak.

(Bisnis.Com) 23/12/25 19:51 83145

Bisnis.com, ACEH TAMIANG - Bisnis Indonesia Perwakilan Sumatra Utara (Sumut) dan PT Mahkota Group (MGRO) menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh pada Selasa (23/12/2025).

Bantuan berupa beras, minuman, dan aneka roti kering tersebut diserahkan langsung kepada masyarakat terdampak bencana di Desa Bukit Rata Kecamatan Kejuruan Muda oleh Kepala Perwakilan harian Bisnis Indonesia Sumut-Aceh, Irsad.

"Bantuan ini merupakan kolaborasi antara Bisnis Indonesia dengan MGRO sebagai wujud kepedulian terhadap sesama. Kami harap bantuan ini dapat membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana banjir," kata Irsad, Selasa (23/12/2025).

Banjir besar yang melanda tiga provinsi sekaligus termasuk Aceh pada akhir November lalu menyisakan kepedihan dan duka, terutama bagi masyarakat yang kehilangan harta benda bahkan anggota keluarga.

Pantauan Bisnis di lapangan, kondisi Aceh Tamiang masih jauh dari kata pulih. Rumah-rumah dan toko masih dipenuhi lumpur tebal yang telah mengering. Jejak berbentuk garis lurus di dinding bangunan yang hampir menyentuh atap menunjukkan ketinggian air saat banjir. Tak sedikit pula rumah warga yang rusak, bahkan berpindah dari posisi semula.

Bencana banjir telah mengubah wajah Aceh Tamiang yang tadinya hijau dan tenang bak perkampungan kumuh. Tumpukan barang-barang berlumpur ada di mana-mana, dari pakaian, kasur, hingga kendaraan pribadi. Tenda dan posko pengungsian tampak terpasang di sejumlah titik, menaungi puluhan bahkan ratusan masyarakat yang rumahnya tak lagi bisa ditinggali.

Frida, warga Dusun Kamboja Desa Bukit Rata yang dikunjungi Bisnis mengatakan banjir besar yang terjadi jelang akhir November lalu telah meluluhlantakkan wilayah Aceh Tamiang.

"Di Dusun kami air banjir memang cuma lewat tanggal 25-26 November itu. Tapi cukup untuk menenggelamkan rumah kami. Hanya tinggal atapnya saja yang terlihat waktu itu," kata Frida setengah berkelakar.

Frida menyebut air banjir di dusunnya lebih cepat surut dibanding dusun lain. Banyak masyarakat di dusun yang lebih pelosok kehilangan rumah dan harta benda mereka. Bahkan, ada kampung yang hilang ditelan banjir berlumpur.

Kondisi itu membuat Frida dan suaminya memutuskan membuka posko dapur umum di halaman rumahnya yang terletak di pinggir jalan raya sejak 2 Desember lalu.

Di dapur umum yang mereka bikin, warga bahu-membahu memasak makanan dari bantuan yang berdatangan untuk sesama korban bencana.

"Kalau ada bantuan yang masuk, kami olah di sini dan dibagikan ke warga lain yang terdampak banjir. Saling bantu, karena mereka kehilangan segalanya termasuk perkakas dapur sehingga tidak bisa lagi memasak," ujarnya.

Dilansir dari laman resmi Pemprov Aceh, data sementara posko tanggap darurat bencana per Senin (22/12/2025) menunjukkan masih ada 23 warga Aceh Tamiang yang dinyatakan hilang pascabencana banjir. Jumlah korban meninggal dunia mencapai 57 orang. Sementara lebih dari 262.000 jiwa terpaksa mengungsi ke sejumlah titik pengungsian.

#bencana-aceh #bantuan-bencana #banjir-aceh-tamiang #mgro-bantuan #bisnis-indonesia #korban-banjir #tanah-longsor-aceh #bantuan-masyarakat #posko-pengungsian #dapur-umum #aceh-tamiang #bencana-banjir #n-a

https://sumatra.bisnis.com/read/20251223/533/1939205/bisnis-indonesia-dan-mgro-salurkan-bantuan-bagi-korban-bencana-di-aceh-tamiang