Trump: Akan Bijaksana bagi Maduro Jika Lengser dari Kekuasaanya di Venezuela
AS tak khawatir Rusia dukung penuh Maduro karena Moskow sedang sibuk perang di Ukraina. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa akan bijaksana... | Halaman Lengkap
(SINDOnews Ekbis) 23/12/25 08:31 82027
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa akan bijaksana bagi Presiden Venezuela Nicolas Maduro untuk lengser. Seruan ini muncul ketika pasukan Angkatan Laut Amerika meningkatkan blokade terhadap kekayaan minyak negara sosialis tersebut.Namun, Rusia—sekutu utama Venezuela—menyatakan dukungan penuh kepada pemerintah Maduro di tengah ancaman invasi militer Washington terhadap Caracas.
Ditanya para jurnalis apakah ancaman Washington bertujuan memaksa Maduro lengser dari jabatannya setelah 12 tahun berkuasa, Trump mengatakan: "Itu terserah dia, apa yang ingin dia lakukan."
"Saya pikir akan bijaksana jika dia melakukan itu," ujar Trump pada hari Senin, yang dilansir AFP, Selasa (23/12/2025).
Namun dia menambahkan: "Jika dia ingin melakukan sesuatu—jika dia bermain keras, itu akan menjadi terakhir kalinya dia bisa bermain keras."
Dukungan penuh sebelumnya dari Rusia, yang terlibat dalam perang di Ukraina, datang menjelang pertemuan Dewan Keamanan PBB pada hari Selasa untuk membahas krisis Venezuela yang semakin meningkat.
Dalam panggilan telepon, menteri luar negeri Rusia dan Venezuela sama-sama mengecam tindakan AS, termasuk serangan terhadap kapal-kapal yang diduga terlibat perdagangan narkoba dan baru-baru ini penyitaan dua kapal tanker minyak di dekat Venezuela.
Menurut seorang pejabat AS, kapal tanker minyak ketiga sedang dikejar pasukan Penjaga Pantai Washington.
"Para menteri menyatakan keprihatinan mendalam mereka atas peningkatan tindakan Washington di Laut Karibia, yang dapat memiliki konsekuensi serius bagi kawasan ini, dan mengancam pelayaran internasional," kata Kementerian Luar Negeri Rusia mengenai percakapan telepon antara Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan Menteri Luar Negeri Venezuela Yvan Gil.
"Pihak Rusia menegaskan kembali dukungan penuh dan solidaritasnya kepada kepemimpinan dan rakyat Venezuela dalam konteks saat ini," imbuh kementerian tersebut.
Sejak September, pasukan AS telah melancarkan serangan terhadap kapal-kapal yang diklaim Washington, tanpa memberikan bukti, sebagai kapal yang menyelundupkan narkoba di Karibia dan Samudra Pasifik bagian timur.
Lebih dari 100 orang telah tewas—beberapa di antaranya adalah nelayan, menurut keluarga dan pemerintah mereka.
Presiden Trump pada 16 Desember juga mengumumkan blokade terhadap kapal-kapal minyak yang dikenai sanksi, yang berlayar ke dan dari Venezuela.
Trump mengeklaim Caracas di bawah Maduro menggunakan uang minyak untuk membiayai "terorisme narkoba, perdagangan manusia, pembunuhan, dan penculikan."
Dia juga menuduh Venezuela mengambil "semua minyak AS"—dalam sebuah pernyataan yang tampaknya merujuk pada nasionalisasi sektor perminyakan negara tersebut, dan mengatakan: "Kami menginginkannya kembali."
Caracas, pada gilirannya, khawatir Washington berupaya melakukan perubahan rezim, dan telah menuduh Washington melakukan "pembajakan internasional".
Rusia dan China, sekutu Venezuela lainnya, mendukung permintaan Caracas untuk pertemuan Dewan Keamanan PBB guna membahas apa yang disebutnya "agresi AS yang sedang berlangsung".
Rusia Sibuk Perang di Ukraina
Di Telegram, Gil mengatakan bahwa dia dan Lavrov telah membahas agresi dan pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional yang dilakukan AS di Karibia. "Serangan terhadap kapal, eksekusi di luar hukum, dan tindakan pembajakan ilegal yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat," katanya.
"Lavrov telah menegaskan dukungan penuh Moskow dalam menghadapi permusuhan terhadap negara kami," imbuh dia.
Pekan lalu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menepis pernyataan dukungan Moskow untuk Caracas.
"Washington tidak khawatir tentang eskalasi dengan Rusia terkait Venezuela karena mereka sedang sibuk di Ukraina," katanya.
Hubungan AS-Rusia memburuk dalam beberapa pekan terakhir karena Trump telah menyuarakan kekecewaannya terhadap Moskow atas enggan membuat kesepakatan untuk mengakhiri perangnya melawan Ukraina.
Pada hari Senin, Gil juga membacakan surat di televisi pemerintah, yang ditandatangani oleh Maduro dan ditujukan kepada negara-negara anggota PBB, di mana surat itu memperingatkan bahwa blokade AS akan memengaruhi pasokan minyak dan energi secara global.
(mas)