Calo Inden Mobil Xiaomi SU7 & YU7 Boncos Massal, Apa Penyebabnya?
Apa jadinya jika konsumen menginginkan sebuah mobil lebih dari smartphone ataupun produk bermerek? Ini yang terjadi pada Xiaomi SU7 & YU7. Maka, pasar dipenuhi... | Halaman Lengkap
(SINDOnews Ekbis) 18/10/25 11:15 7903
BEIJING - Apa jadinya jika konsumen menginginkan sebuah mobil lebih dari smartphone ataupun produk bermerek? Ini yang terjadi pada Xiaomi SU7 & YU7. Maka, pasar dipenuhi oleh calo dan spekulan yang menjual inden kedua mobil tersebut dengan harga lebih mahal.Nah, yang menarik, pasar sekunder (calo) untuk pemesanan unit kendaraan listrik (EV) Xiaomi SU7 dan YU7 dilaporkan kolaps.
Fenomena yang awalnya terlihat seperti peluncuran gawai teknologi ini berubah menjadi kerugian finansial bagi para spekulan, yang kini terpaksa menjual slot antrean mereka jauh di bawah harga premium yang sempat meroket.
Koreksi pasar yang tajam ini memvalidasi kritik bahwa permintaan awal sebagian besar didorong oleh spekulasi flipping (jual-beli cepat) dan bukan murni oleh permintaan konsumen akhir, sekaligus menyoroti dampak sentimen negatif dari isu keselamatan.
Ledakan dan Kejatuhan Pasar Spekulatif
Puncak Euforia (YU7): Model YU7 mencatatkan 240.000 pesanan hanya dalam 18 jam setelah peluncuran, menciptakan kondisi ideal bagi para spekulan.
Harga Premium Puncak (SU7): Slot pemesanan SU7 sempat diperdagangkan dengan premium (keuntungan di atas harga resmi) menembus 10.000 RMB (setara Rp23,25 juta).
Harga Premium Puncak (YU7): Premi untuk YU7 diperdagangkan di rentang 3.000 RMB (setara Rp 6,97 juta) hingga 20.000 RMB (setara Rp46,5 juta).
Kondisi ini berbalik 180 derajat. Pasar kini dibanjiri oleh penjual yang panik:
Harga Saat Ini (SU7): Dealer kini hanya bersedia membeli kembali slot inden SU7 di harga sekitar 1.500 RMB (setara Rp3,48 juta).
Harga Saat Ini (YU7): Slot YU7 kini dijual dengan harga serendah 2.000 RMB (setara Rp4,65 juta).
Kalkulasi Kerugian: Mengingat deposit awal yang harus dibayar pemesan adalah 5.000 RMB (setara Rp11,62 juta), para spekulan kini terpaksa menerima kerugian bersih sekitar 3.000 RMB (setara Rp6,97 juta) hanya untuk melepaskan slot inden mereka.
Seorang dealer mobil memberikan gambaran jelas mengenai kejatuhan pasar ini kepada media:
"Dua bulan lalu, orang bersedia membayar premium 10.000 RMB (Rp23,25 juta) untuk mendapatkan slot inden Xiaomi. Sekarang, bahkan dengan diskon (rugi) 3.000 RMB (Rp 6,97 juta), tidak ada pembeli."
Kejatuhan pasar spekulatif ini didorong oleh kombinasi antara realitas pasokan dan sentimen negatif.
Kelebihan Pasokan Spekulan (Oversupply): Terjadi kasus klasik kelebihan pasokan di mana terlalu banyak spekulan mencoba menjual slot inden pada saat yang bersamaan, sementara jumlah pembeli yang rela membayar premium tidak sebanding.
Waktu Tunggu yang Terlalu Lama: Waktu tunggu pengiriman resmi untuk beberapa model YU7 yang mencapai 48 minggu (hampir satu tahun) menjadi pedang bermata dua.
Awalnya ini memicu pasar calo, namun akhirnya menjadi bumerang, karena konsumen akhir lebih memilih memesan baru dan menunggu daripada membayar premium besar kepada calo untuk pengiriman yang hanya sedikit lebih cepat.
Kritik Isu Keselamatan (Sentimen Negatif): Antusiasme pasar dilaporkan mendingin secara signifikan setelah insiden kecelakaan fatal di kota Chengdu yang melibatkan unit SU7.
Laporan berita menyoroti bahwa pintu elektronik kendaraan tersebut gagal dibuka oleh tim penyelamat, memicu kekhawatiran serius mengenai standar keselamatan fungsional kendaraan.
Prospek Bisnis Inti Xiaomi Tetap Solid
Data Pasar Mobil Bekas: Unit Xiaomi YU7 bekas (fisik) dengan jarak tempuh di bawah 100 km masih laku terjual dengan harga sekitar 10.000 RMB (Rp23,25 juta) di atas harga resmi barunya.
Ini mengindikasikan bahwa konsumen sangat menginginkan mobilnya, tetapi tidak lagi bersedia membayar premium untuk janji pengiriman.
Kinerja Korporasi: Kinerja operasional Xiaomi tidak terpengaruh oleh gelembung spekulatif ini. Pada bulan September, Xiaomi berhasil menjual 41.948 unit EV, menjadikannya merek kendaraan energi baru terbesar kedua di pasar China.
Jaringan ritel perusahaan juga terus berekspansi, kini mencapai 402 toko di 119 kota di China.
Koreksi tajam di pasar calo adalah penyesuaian yang wajar, memisahkan spekulan dari permintaan konsumen akhir yang riil. Meskipun menciptakan kerugian jangka pendek bagi para flipper, fundamental bisnis inti EV Xiaomi tetap menunjukkan kinerja yangsangatkuat.
(dan)

