Trump dan Xi Jinping Damai, Ekspor Harta Karun Langka China Melonjak 13%
Data Bea Cukai yang dihimpun Bloomberg menunjukkan China mengirimkan 6.958 ton produk bumi langka pada November, naik 13% dibandingkan bulan sebelumnya. Ekspor... | Halaman Lengkap
(SINDOnews Ekbis) 19/12/25 07:55 78267
JAKARTA - Ekspor produk bumi langka China melonjak pada November seiring meredanya ketegangan dagang antara Beijing dan Washington. Data Bea Cukai yang dihimpun Bloomberg menunjukkan China mengirimkan 6.958 ton produk bumi langka pada November, naik 13% dibandingkan bulan sebelumnya dan menjadi capaian bulanan tertinggi ketiga sepanjang sejarah.Lonjakan tersebut menandai pemulihan signifikan arus mineral kritis yang dibutuhkan industri kendaraan listrik, sistem persenjataan, dan manufaktur teknologi tinggi. Kenaikan ekspor terjadi setelah tercapainya gencatan senjata dagang selama satu tahun antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping pada Oktober, usai berbulan-bulan gangguan akibat pengetatan kontrol ekspor yang diterapkan Beijing sejak April.
Kementerian Perdagangan China mengonfirmasi telah mulai melonggarkan perizinan ekspor bumi langka sebagai bagian dari implementasi kesepakatan tersebut. "Kami telah menerima dan menyetujui permohonan lisensi ekspor umum untuk item terkait bumi langka yang diajukan oleh beberapa eksportir China," kata juru bicara kementerian, He Yadong, dalam konferensi pers.
Sebelumnya, ekspor sempat anjlok ketika China mengancam memperketat kontrol bumi langka di tengah eskalasi perang dagang. Namun, pengiriman mulai pulih sejak Juli setelah Trump mengumumkan kerangka rekonsiliasi, yang kemudian disahkan dalam pertemuan bilateral pada Oktober di Korea Selatan.
Pada Agustus, ekspor bahkan mencetak rekor 7.336 ton. Dengan capaian tersebut, total pengiriman hingga November mempersempit penurunan ekspor sepanjang tahun menjadi sekitar 2%, mencerminkan pemulihan bertahap setelah tekanan berkepanjangan pada rantai pasok global.
Menurut laporan Reuters, batch pertama lisensi ekspor yang disederhanakan diterbitkan awal Desember kepada sejumlah produsen magnet besar di China. Izin baru itu berlaku selama satu tahun dan terikat pada pelanggan tertentu, menggantikan mekanisme persetujuan kasus per kasus yang selama ini memperlambat ekspor.
Pelonggaran tersebut juga berdampak positif bagi perusahaan Eropa. Kepala perdagangan Komisi Eropa, Maros Sefcovic, mengatakan kepada Bloomberg Television bahwa China telah mulai memberikan lisensi dengan masa berlaku lebih panjang agar perusahaan Eropa dapat mengamankan pasokan mineral kritis. Industri Eropa, kata dia, sudah menerima laporan awal terkait penerbitan lisensi umum tersebut.
Analis menilai pengetatan kontrol bumi langka pada April lalu sempat memberi Beijing kekuatan tawar besar dalam negosiasi dagang. Gangguan pasokan memaksa sejumlah produsen otomotif global menghentikan produksi akibat kekurangan magnet permanen berkekuatan tinggi.
China saat ini mendominasi sekitar 70% produksi bumi langka dunia dan menguasai hampir 90% kapasitas pengolahannya. Posisi tersebut menjadikan bumi langka sebagai instrumen strategis dalam perdagangan global, dengan peran vital bagi teknologi energi bersih, industri pertahanan, hingga manufaktur berteknologi tinggi.
(nng)
#harta-karun #perang-dagang #china #amerika-serikat #logam-tanah-jarang-ltj