Ini Lho Alasan Pria Lebih ‘Dramatis’ Saat Sakit Demam
Pria lebih 'dramatis' saat sakit karena perbedaan imunitas hormon dan genetik, bukan sekadar mencari perhatian. Perempuan lebih efisien dalam respons imun.
(Bisnis.Com) 17/12/25 15:55 75967
Bisnis.com, JAKARTA — Banyak dari kita mengira bahwa pria cenderung bersikap berlebihan saat mengalami flu atau demam ringan.
Hal itu dikenal dengan istilah “man flu,” yaitu sebutan yang menggambarkan anggapan bahwa pria terlihat lebih lemah dan tidak berdaya ketika sedang sakit.
Sebagian orang menilai perilaku tersebut hanya sekadar cara untuk mencari perhatian atau meminta orang lain membantu mengurus kebutuhan mereka. Ada pula yang memandangnya sebagai tanda bahwa pria memang lebih rentan dibandingkan perempuan dalam menghadapi penyakit ringan.
Pandangan terhadap istilah ini pun beragam, ada yang menganggapnya sebagai humor ringan dan ada pula yang merasa istilah tersebut menyinggung. Selain itu, sebagian lain melihatnya sebagai cerminan kondisi sosial dan perbedaan biologis antara laki-laki dan perempuan.
Hingga kini, belum ada jawaban pasti siapa yang benar dalam perdebatan ini. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pria mungkin memang mengalami gejala flu dan pilek yang lebih kuat, sehingga tidak selalu benar bahwa mereka melebih-lebihkan kondisi.
Dilansir dari Health Cleveland Clinic, menjelaskan bahwa adanya perbedaan imunitas berbasis hormon antara laki-laki dan perempuan. Perbedaan respons imun antara pria dan perempuan yang dapat menjadi penjelasan mengapa pria mungkin mengalami gejala lebih berat.
Misalnya, perempuan umumnya lebih efisien dalam menghasilkan antibodi, sehingga mereka merespons vaksin dengan lebih baik. Beberapa aspek sistem kekebalan perempuan juga bekerja lebih kuat.
Salah satu alasannya adalah karena perempuan memiliki dua kromosom X, sedangkan pria hanya satu. Kromosom X membawa banyak gen yang terkait dengan fungsi imun, sehingga perempuan mendapatkan “cadangan” gen imun dari kedua kromosom tersebut.
Selain itu, hormon estrogen juga memperkuat respons imun. Karena kadar estrogen berubah sepanjang hidup, kekuatan sistem kekebalan perempuan pun ikut berubah.
Pria memang lebih berisiko meninggal akibat beberapa penyakit infeksi, seperti COVID-19. Namun, untuk penyakit lain seperti flu, datanya lebih bervariasi. Tingkat kejadian dan kematian antara pria dan perempuan berbeda-beda tergantung negara, jenis virus flu, serta karakteristik wabahnya.
Faktor usia, cara penyebaran virus, dan perilaku sosial juga turut memengaruhi risiko. Seperti, perempuan cenderung lebih konsisten melakukan tindakan perlindungan seperti mencuci tangan, memakai masker, dan menghindari ruangan padat. Mereka juga lebih sering mencari perawatan medis saat sakit. (Angel Rinella)
#man-flu #pria-dramatis #pria-sakit #flu-pria #demam-pria #perbedaan-imunitas #respons-imun-pria #hormon-estrogen #kromosom-x #gen-imun #sistem-kekebalan #penyakit-infeksi #risiko-pria #perilaku-sosial