10 Titik Rawan Bencana Bayangi KA di Daop 3 Cirebon saat Libur Nataru

10 Titik Rawan Bencana Bayangi KA di Daop 3 Cirebon saat Libur Nataru

PT KAI identifikasi 10 titik rawan bencana di Daop 3 Cirebon, ancaman tanah labil dan banjir. Langkah preventif dilakukan untuk amankan perjalanan KA saat Nataru.

(Bisnis.Com) 17/12/25 14:26 75795

Bisnis.com, CIREBON - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat, ada 10 titik rawan bencana di wilayah Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon yang berpotensi menimbulkan gangguan perjalanan kereta api.

Titik-titik tersebut tersebar di sejumlah lintasan utama jalur utara Jawa yang berada di bawah kewenangan Daop 3 Cirebon. Karakter ancamannya beragam, mulai dari tanah labil, potensi ambles, hingga ancaman banjir yang dapat mengganggu stabilitas jalur rel dan jembatan kereta api.

Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibuddin mengatakan, Dua titik pertama berada di lintas Cilegeh–Kadokangabus pada kilometer 148 hingga 152, baik di jalur hulu maupun hilir. Kawasan ini dikenal memiliki kontur tanah yang labil dan rawan amblesan, khususnya saat curah hujan tinggi berlangsung dalam durasi lama.

Ancaman serupa juga ditemukan di lintas Telagasari–Jatibarang pada kilometer 175 hingga 176.

"Jalur ganda di wilayah tersebut masuk kategori daerah pemantauan khusus karena memiliki riwayat pergerakan tanah yang berpotensi mengganggu konstruksi jalan rel," kata Muhibuddin, Rabu (17/12/2025).

Sementara itu, risiko banjir menjadi perhatian utama di sejumlah titik lainnya. Salah satunya berada di jembatan kereta api antara Losari dan Tanjung, tepatnya di kilometer 187, yang rawan terendam luapan air saat intensitas hujan meningkat.

Kondisi serupa juga mengintai lintas Cikampek–Tanjungrasa, serta jalur Cirebon Prujakan–Waruduwur yang kerap terdampak genangan.

Beberapa jembatan rel juga masuk dalam daftar rawan, seperti jembatan di lintas Tanjung–Brebes, Sindanglaut–Ciledug, hingga Ciledug–Ketanggungan. Lokasi-lokasi tersebut berada di kawasan aliran air aktif dan membutuhkan pengawasan berlapis selama musim penghujan.

Muhibuddin menjelaskan untuk menekan risiko gangguan perjalanan, KAI Daop 3 Cirebon telah melakukan berbagai langkah teknis preventif.

"Pemeriksaan geometri rel secara rutin, perkuatan batu balas dengan karung pasir di titik tertentu, normalisasi saluran air dari tumpukan sampah, serta pembangunan penahan tanah menggunakan bronjong dan retaining wall di area rawan longsor," ujarnya.

Selain upaya teknis, KAI juga menyiagakan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) di 17 stasiun strategis di wilayah Daop 3 Cirebon. Material darurat tersebut meliputi bantalan rel, batu balas, karung pasir, dan perlengkapan kerja lain yang dapat digunakan untuk penanganan cepat jika terjadi gangguan di lintasan.

Pengawasan lapangan turut diperkuat dengan penambahan petugas pemeriksa jalur dan petugas pemantau daerah khusus. Mereka ditempatkan langsung di titik-titik rawan guna memastikan setiap potensi bahaya dapat terdeteksi sejak dini.

“Keselamatan perjalanan menjadi prioritas utama. Seluruh insan KAI berkomitmen memastikan perjalanan kereta api selama Natal dan Tahun Baru tetap aman, lancar, dan dapat diandalkan oleh masyarakat,” ujar Muhibuddin.

#kereta-api #daop-3-cirebon #titik-rawan-bencana #jalur-kereta-api #tanah-labil #ancaman-banjir #jembatan-kereta-api #pemantauan-khusus #pergerakan-tanah #risiko-banjir #langkah-teknis-preventif #pemer

https://bandung.bisnis.com/read/20251217/549/1937522/10-titik-rawan-bencana-bayangi-ka-di-daop-3-cirebon-saat-libur-nataru