Kasus Pantai Bondi Sydney, Polisi Temukan Alat Peledak Aktif dan Senpi
Polisi Sydney menemukan senjata dan peledak aktif usai penembakan di Bondi Beach yang menewaskan 16 orang saat perayaan Hanukkah, diduga aksi terorisme.
(Bisnis.Com) 15/12/25 13:18 73036
Bisnis.com, JAKARTA – Pihak Kepolisian di Bondi Beach, Sydney menemukan senjata api dan peledak rakitan yang masih aktif dari peristiwa penembakan yang menewaskan 16 orang ini.
Dilansir Melansir Fox News, Senin (15/12/2025), Kepolisian Victoria menyebutkan bahwa lisensi senjata api kategori A untuk penggunaan senapan angin, rimfire, dan laras ganda. Selain itu kategori B diizinkan untuk senjata api muzzle loading (kecuali pistol), senapan kaliber tengah, senjata api kombinasi senapan dan laras tengah, serta senapan laras panjang dengan kapasitas 5 peluru.
Dalam penggeledahan, polisi juga menemukan dua alat peledak rakitan (IED) yang masih aktif di salah satu lokasi. Tim penjinak bom berhasil mengamankan dan menjinakkan peledak tersebut. Selain itu, bukti keberadaan peledak lainnya di dalam kendaraan dekat lokasi serangan juga tengah diselidiki.
"Saat ini unit penyelamat penjinak bom kami sedang bekerja di sana," jelas Lanyon.
Korban serangan diketahui berusia antara 10 hingga 87 tahun. Insiden terjadi sekitar pukul 18:45 waktu Sydney (14:45 WIB), saat acara tahunan “Chanukah by the Sea” tengah berlangsung.
Penembakan di Sydney telah menewaskan 16 orang, termasuk satu pelaku, dan 40 lainnya luka-luka yang terjadi saat perayaan Hanukkah di Bondi Beach, Sydney, Australia, Minggu (14/12). Kepolisian menyatakan serangan tersebut menargetkan komunitas Yahudi dan tengah diselidiki sebagai aksi terorisme.
Komisaris Kepolisian New South Wales, Mal Lanyon, mengatakan pelaku penembakan adalah seorang ayah berusia 50 tahun dan anaknya berusia 24 tahun. Sang ayah dilaporkan tewas di lokasi kejadian, sementara anaknya berada dalam kondisi kritis namun stabil di rumah sakit. Polisi memastikan tidak ada tersangka lain.
Menurut Lanyon, Ayah tersebut memiliki izin bersenjata api dengan enam senjata yang terdaftar secara legal. Seluruh senjata tersebut telah diamankan, sebagian ditemukan di lokasi kejadian dan sisanya disita saat penggeledahan di dua properti mereka di wilayah Campsie dan Bonnyrigg, Sydney.
Pelaku Ayah diketahui telah memegang izin kategori A/B selama 10 tahun untuk keperluan berburu dan tidak memiliki catatan pelanggaran sebelumnya.
“Tidak ada indikasi sebelumnya yang menunjukkan ancaman dari orang tersebut… orang tersebut memiliki izin kepemilikan senjata api selama beberapa tahun tanpa insiden apa pun,” ujar Lanyon.
Pihak kepolisian menyatakan bahwa serangan ini merupakan aksi kekerasan terburuk terhadap komunitas Yahudi sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Terdapat dua anggota kepolisian yang terluka dari insiden tersebut dan sedang menjalani perawatan.
Presiden Israel Isaac Herzog turut mengecam serangan tersebut dan menyampaikan belasungkawa kepada para korban.
"Hati kami turut berduka cita untuk mereka. Hati seluruh bangsa Israel berdebar kencang saat ini, saat kami berdoa untuk kesembuhan para korban luka, kami berdoa untuk mereka dan kami berdoa untuk mereka yang telah kehilangan nyawa,” ucap Herzog.
Dia juga menyerukan kepada pemerintah Australia untuk mengambil langkah tegas dalam menghadapi meningkatnya anti semitisme di negara tersebut.
Penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap motif pelaku dan kemungkinan keterkaitan dengan jaringan ekstremisme.
#bondi-sydney #polisi-temukan #alat-peledak-aktif #senpi-bondi #penembakan-sydney #korban-penembakan #serangan-terorisme #komunitas-yahudi #izin-senjata-api #peledak-rakitan #penjinak-bom #acara-hanukk