Penembakan di Bondi Beach Tewaskan 16 Orang, Polisi Sebut Ayah dan Anak sebagai Pelaku

Penembakan di Bondi Beach Tewaskan 16 Orang, Polisi Sebut Ayah dan Anak sebagai Pelaku

Penembakan di Bondi Beach oleh ayah dan anak tewaskan 16 orang, diduga serangan antisemit. Polisi selidiki, PM Australia kutuk aksi terorisme ini.

(Bisnis.Com) 15/12/25 09:44 72739

Bisnis.com, JAKARTA — Kepolisian Australia menyatakan dua pelaku penembakan yang menewaskan sedikitnya 15 orang dalam perayaan Yahudi di Bondi Beach, Sydney, adalah ayah dan anak.

Insiden yang terjadi Minggu (14/12) malam itu kini menewaskan total 16 orang setelah sang ayah, berusia 50 tahun, tewas di lokasi kejadian, sementara anaknya yang berusia 24 tahun masih dalam kondisi kritis di rumah sakit.

Dikutip melalui Reuters, polisi menyebut penembakan tersebut sebagai serangan antisemit yang ditargetkan. Sekitar 40 orang lainnya masih dirawat di rumah sakit, termasuk dua anggota polisi yang berada dalam kondisi serius namun stabil. Para korban berusia antara 10 hingga 87 tahun.

Saksi mata menyebut penembakan berlangsung sekitar 10 menit di kawasan pantai yang saat itu dipadati pengunjung karena cuaca panas. Ratusan orang panik berlarian menyelamatkan diri ke sepanjang pantai dan jalan-jalan sekitar. Polisi mencatat sekitar 1.000 orang menghadiri acara Hanukkah yang digelar di sebuah taman kecil dekat pantai.

Seorang warga yang terekam video menaklukkan dan melucuti senjata salah satu pelaku dipuji sebagai pahlawan karena dianggap menyelamatkan banyak nyawa. Media setempat mengidentifikasi pria tersebut sebagai Ahmed al Ahmed (43), pemilik toko buah, yang dilaporkan tertembak dua kali dan telah menjalani operasi. Hingga Senin sore, penggalangan dana untuknya telah mengumpulkan lebih dari 350.000 dolar Australia.

Polisi belum mengungkap identitas pelaku maupun kewarganegaraan mereka. Namun, aparat menyebut sang ayah memiliki izin kepemilikan senjata sejak 2015 dan tercatat memiliki enam senjata api berlisensi. Dari rekaman video di lokasi, pelaku terlihat menggunakan senapan bolt-action dan senapan shotgun.

Komisioner Polisi New South Wales, Mal Lanyon, mengatakan pihaknya masih mendalami latar belakang kedua pelaku. Polisi juga memastikan hanya dua orang yang terlibat dalam serangan tersebut, setelah sebelumnya sempat menyelidiki kemungkinan adanya pelaku ketiga. Rumah para terduga pelaku di kawasan Bonnyrigg, sekitar 36 kilometer dari pusat kota Sydney, digeledah pada Minggu malam dan masih dijaga ketat aparat.

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengunjungi Bondi Beach pada Senin pagi dan meletakkan bunga di lokasi kejadian. Dia menyebut serangan tersebut sebagai tindakan kejahatan murni, antisemitisme, dan terorisme di tanah Australia.

“Komunitas Yahudi sedang berduka hari ini. Seluruh rakyat Australia merangkul mereka dan mengatakan bahwa kami berdiri bersama Anda. Kami akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk memberantas antisemitisme,” ujar Albanese.

Dia juga menyampaikan bahwa sejumlah pemimpin dunia, termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Prancis Emmanuel Macron, telah menyampaikan belasungkawa dan solidaritas kepada Australia.

Penembakan di Bondi Beach ini merupakan yang terburuk di Australia sejak 1996, ketika seorang pria menewaskan 35 orang di Port Arthur, Tasmania. Peristiwa ini juga terjadi di tengah meningkatnya serangkaian serangan antisemit di Australia sejak pecahnya perang Israel-Gaza pada Oktober 2023.

Sebagai bentuk penghormatan, tugu peringatan darurat dengan bunga serta bendera Australia dan Israel didirikan di Paviliun Bondi. Aparat kepolisian dan petugas keamanan komunitas Yahudi terlihat berjaga di sekitar lokasi saat warga datang memberikan penghormatan terakhir.

#bondi-beach-shooting #penembakan-bondi-beach #ayah-dan-anak-pelaku #antisemit-attack-australia #penembakan-sydney #korban-penembakan-bondi #polisi-australia #serangan-antisemit #hanukkah-bondi-beach #n-a

https://kabar24.bisnis.com/read/20251215/19/1936763/penembakan-di-bondi-beach-tewaskan-16-orang-polisi-sebut-ayah-dan-anak-sebagai-pelaku