Alasan Gaikindo Merevisi Target Penjualan Mobil jadi 780.000 Unit

Alasan Gaikindo Merevisi Target Penjualan Mobil jadi 780.000 Unit

Angka penjualan mobil di pasar jadi indikator paling dasar untuk mengukur kesehatan industri otomotif.

(Bisnis Tempo) 14/12/25 14:53 72218

GABUNGAN Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo telah merevisi target penjualan mobil pada tahun ini jadi 780 ribu unit. Para pelaku industri otomotif ini awalnya menargetkan penjualan mobil pada 2025 bisa mencapai sekitar 900 ribu.

Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto membenarkan adanya perubahan proyeksi penjualan mobil untuk tahun ini “Betul, Gaikindo merevisi proyeksi penjualan menjadi 780.000 unit,” ucapnya kepada Tempo, 14 Desember 2025.

Jongkie menjelaskan revisi signifikan ini dilakukan berdasarkan perbandingan data penjualan hingga bulan November tahun ini. Data menunjukkan bahwa kinerja penjualan berada 10 persen di bawah capaian tahun sebelumnya.

Adapun penjualan kendaraan pada periode sama tahun 2024 tercatat sebanyak 865.000 unit. Dengan mengurangi angka tersebut sebesar 10 persen, Gaikindo menetapkan angka proyeksi yang baru. “Kalau dikurangi 10 persen maka angka nya adalah 780.000 unit,” ujarnya.

Mengutip laman resmi Gaikindo, total penjualan retail kendaraan roda empat sepanjang Januari-Oktober 2025 adalah 660.659 unit. Trennya terus meningkat pada tiga bulan awal, namun mulai menurun pada April dan mengalami fluktuasi. Pada Oktober meningkat jadi 74.720 dibanding bulan sebelumnya yang tercatat 63.752 unit.

Pada periode tersebut ada 3 besar merek kendaraan dengan penjualan tertinggi yakni Toyota, Daihatsu dan Honda yang masing-masing menjual 209.387, 112.530 dan 58.720 unit. Untuk segmen mobil listrik atau Electric Vehicle yang mencatat percepatan pertumbuhan penjualan adalah merek BYD, Denza dan AION.

Sebelumnya Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arief mengatakan angka penjualan kendaraan di pasar jadi indikator paling dasar untuk mengukur kesehatan industri otomotif. Febri menganggap insentif otomotif menjadi instrumen krusial dalam upaya memulihkan pasar kendaraan bermotor sekaligus menjaga keberlangsungan industri otomotif nasional.

Keputusan itu tidak hanya penting bagi pelaku industri, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat sebagai konsumen. Insentif kata dia, akan menciptakan ruang bagi penurunan harga kendaraan, memperbaiki sentimen pasar, serta mempertahankan daya beli masyarakat, khususnya kelompok kelas menengah dan pembeli mobil pertama yang sangat sensitif terhadap perubahan harga.

“Walaupun Kemenperin belum merumuskan jenis, bentuk dan target insentif atau stimulus, tapi usulannya akan mengarah ke segmen kelas menengah-bawah dan didasarkan pada nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN),” ucapnya.

#penjualan-mobil #gaikindo #otomotif

https://tempo.co/ekonomi/alasan-gaikindo-merevisi-target-penjualan-mobil-jadi-780-000-unit-2098835