Penyebab Saham Konglomerat BRPT, PGUN Cs Rontok Bareng IHSG Hari Ini (17/10)
Saham konglomerat BRPT, PGUN, dan lainnya melemah hingga 2,6% seiring penurunan IHSG. Penyebabnya termasuk dinamika pasar, spekulasi, dan profit taking.
(Bisnis.Com) 17/10/25 16:04 7150
Bisnis.com, JAKARTA — Saham-saham milik konglomerat tercatat mengalami pelemahan signifikan seiring dengan ambrolnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir pekan ini, Jumat (17/10/2025). Sejumlah faktor diperkirakan menjadi penyebab dari ambrolnya saham-saham konglomerat dan IHSG hari ini hingga 2,6% ke level 7.911.
Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik menuturkan penurunan IHSG yang terjadi saat ini lebih kepada dinamika pasar.
“Dinamika pasar selalu terjadi. Pendalaman pasar akan terus kami lakukan, baik dari sisi supply maupun demand,” ucap Jeffrey, di Gedung BEI, Jakarta Jumat (17/10/2025).
VP of Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi Kasmarandana menjelaskan selama dua tahun terakhir, IHSG bergantung pada saham-saham konglomerasi. Menurutnya, saham konglomerasi akan mendominasi penguatan pasar hingga batas free floatdinaikkan.
“Karena pengendali masih sangat besar kan di konglomerasi. Kalau free float dinaikkan, siapa yang mau menyerap?” ucap Audi ditemui di Gedung BEI, Jumat (17/10/2025).
Audi menuturkan aturan free float cukup positif bagi pasar, karena memang sejumlah indeks global telah memiliki aturan free float tersendiri. Meskipun demikian, Audi memandang penambahan free float harusnya dilakukan secara bertahap, atau melalui tiering.
Di sisi lain, Audi melihat kenaikan signifikan saham-saham konglomerasi terjadi akibat banyaknya spekulasi atas saham-saham ini. Menurutnya, investor juga menantikan realisasi dari rencana-rencana konglomerasi ini.
Selain karena free float dan spekulasi, pelemahan saham-saham konglomerasi saat ini menurutnya terjadi karena profit taking. Profit taking investor pada saham-saham konglomerasi menurutnya turut membuat IHSG melemah.
“Dengan PE yang sudah kemahalan, atau valuasi yang sudah kemahalan, biasanya akan profit taking, seperti itu,” tutur Audi.
Adapun berdasarkan data Ajaib Sekuritas, saham-saham milik konglomerat Hapsoro Sukmonohadi atau Happy Hapsoro turun hingga 8,68% hingga pukul 15.30 WIB ini.
Pelemahan saham-saham konglomerasi juga dialami oleh saham-saham Prajogo Pangestu, yang turun 4,79% hari ini, dan juga saham-saham milik Aburizal Bakrie yang turun 3,89% hari ini.
Di jajaran emiten afiliasi Prajogo Pangestu pada penutupan perdagangan sesi I hari ini, saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) anjlok 7,89%, PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) yang anjlok 7,49%, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) jeblok 9,66%, PT Petrosea Tbk. (PTRO) merosot 5,36%, dan PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) terkoreksi 4,85%.
Selain itu, saham emiten afiliasi Hashim Djojohadikusumo PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) merosot 9,57%. Saham emiten Haji Isam juga lanjut merosot, yaitu saham PT Pradiksi Gunatama Tbk. (PGUN) auto reject bawah (ARB) dengan penurunan 14,99% bersama saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk. (JARR) yang jeblok 14,85%.
________
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#saham-konglomerat #ihsg-hari-ini #penurunan-ihsg #dinamika-pasar #free-float-saham #profit-taking-saham #saham-brpt #saham-pgun #saham-cuan #saham-ptro #saham-bren #saham-wifi #saham-jarr #saham-hapso