IPO Superbank (SUPA) dan RLCO Siap Dongkrak IHSG Akhir 2025

IPO Superbank (SUPA) dan RLCO Siap Dongkrak IHSG Akhir 2025

IPO PT Abadi Lestari (RLCO) dan Superbank (SUPA) diproyeksikan jadi sentimen baru IHSG pada akhir 2025 dengan potensi dana besar dan prospek pertumbuhan.

(Bisnis.Com) 05/12/25 18:58 62564

Bisnis.com, JAKARTA — Dua calon emiten PT Abadi Lestari Indonesia Tbk. (RLCO) dan PT Super Bank Indonesia Tbk. (SUPA) diproyeksikan menjadi sentimen baru bagi indeks harga saham gabungan (IHSG) pada akhir 2025.

Dalam initial public offering (IPO), RLCO menetapkan harga pelaksanaan sebesar Rp168 per saham. Periode penawaran umum telah berlangsung pada 2 – 4 Desember, sementara distribusi saham jatuh hari ini, Jumat (5/12/2025).

Calon emiten konsumer nonsiklikal itu tercatat menerbitkan sebanyak 625 juta saham dengan nilai nominal Rp50 per saham. Melalui aksi korporasi tersebut, perseroan membidik dana segar senilai Rp105 miliar.

Sementara itu, SUPA telah menyelenggarakan book building pada 25 November hingga 1 Desember 2025 dengan harga penawaran awal Rp525 hingga Rp695. Adapun IPO dijadwalkan berlangsung pada 10 – 15 Desember mendatang.

Dengan harga penawaran awal ini, calon emiten perbankan digital ini berpotensi meraup dana Rp2,31 triliun hingga Rp3,06 triliun dari penawaran umum.

Analis Reliance Sekuritas Indonesia, Arifin, menilai bahwa RLCO memiliki prospek fundamental yang lebih kuat. Emiten ini bergerak di sektor konsumer dan mencatat perbaikan signifikan pada sisi profitabilitas.

Meski sempat tertekan pada 2024, dia menjelaskan bahwa margin laba bersih RLCO stabil di kisaran 19% sejak 2023 dan diproyeksikan hingga tahun ini.

Menurutnya, struktur permodalan RLCO juga membaik tajam. Rasio utang terhadap ekuitas (DER) turun dari 1.172% pada 2023 menjadi 880% pada 2024, dan diperkirakan menyusut menjadi 153% pada 2025.

“Jika dikomparasikan dengan emiten sejenis, RLCO masih cukup bagus. Artinya, kami melihat nanti ketika debut IPO juga kemungkinan akan bagus di hari pertama dan kedua,” ujarnya dalam diskusi daring, Jumat (5/12/2025).

Di sisi lain, prospek SUPA disebut memiliki potensi pertumbuhan yang tinggi tetapi rentan terhadap volatilitas pasar. Kendati demikian, dari sisi operasional, Arifin menilai bahwa perseroan menunjukkan beberapa indikator positif.

Loan to deposit ratio (LDR), misalnya, disebut masih sehat dan net interest margin (NIM) berada di level yang kompetitif dibandingkan bank digital lain.

Arifin menuturkan bahwa return on equity (ROE) SUPA sejatinya masih tertinggal dibandingkan kompetitornya. Akan tetapi, permodalan perusahaan disebut kuat dan akan semakin solid usai meraih dana IPO.

Di sisi valuasi, dia menganggap bahwa harga IPO Superbank sudah mencerminkan nilai wajarnya. Rasio price to book value (PBV) berada di kisaran 2,3 kali hingga 2,8 kali atau sudah berada di level rata-rata pasar.

“Kalau bank digital IPO, maka euforianya itu sangat-sangat tinggi. Artinya, kenaikannya nanti bisa sangat signifikan, tetapi kalau untuk jangka panjang kembali lagi kita harus melihat perkembangan Superbank,” ucapnya.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

#ipo-superbank #ipo-abadi-lestari #ipo-supa #ipo-rlco #ihsg-sentimen-baru #saham-supa #saham-rlco #harga-saham-rlco #harga-saham-supa #emiten-perbankan-digital #emiten-konsumer-nonsiklikal #prospek-rlc

https://market.bisnis.com/read/20251205/7/1934594/ipo-superbank-supa-dan-rlco-siap-dongkrak-ihsg-akhir-2025