OJK Minta BPR/BPRS Perkuat Pengelolaan Risiko Kredit Channeling via Fintech

OJK Minta BPR/BPRS Perkuat Pengelolaan Risiko Kredit Channeling via Fintech

OJK menekankan pentingnya pengelolaan risiko kredit BPR/BPRS dalam channeling fintech, dengan fokus pada kehati-hatian dan kepatuhan terhadap POJK No. 19/2025.

(Bisnis.Com) 03/12/25 15:18 59426

Bisnis.com, MALANG— Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan pentingnya pengelolaan risiko BPR/BPRS, khususnya dalam pertumbuhan kredit yang agresif melalui skema sindikasi maupunchannelingdengan fintech peer-to-peer lending.

“Penyaluran pembiayaan harus tetap berada dalam batas risk appetite yang sehat. Pengelolaan portofolio kredit—terutama yang melibatkan fintech—perlu dilakukan secara hati-hati, terukur, dan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian,” kata Kepala Direktorat Lembaga Jasa Keuangan 1 Kantor OJK Provinsi Jawa Timur, Nasirwan, dalam keterangan resminya, Selasa (2/12/2025).

Pernyataannya itu disampaikan saat membuka Evaluasi Kinerja BPR dan BPRS Tahun 2025 se-wilayah kerja OJK Malang, di Surabaya, Selasa (2/12/2025).

Nasirwan juga menegaskan, BPR dan BPRS perlu memperhatikan implementasi POJK No. 19 Tahun 2025 tentang Kemudahan Akses Pembiayaan Kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah yang berpengaruh signifikan terhadap kegiatan operasional BPR dan BPRS.

Kepala OJK Malang Farid Faletehan menyampaikan bahwa kegiatan evaluasi ini merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan integritas dan ketahanan industri BPR dan BPRS di wilayah kerja OJK Malang.

“Kami berharap forum ini tidak hanya menjadi wahana evaluasi, tetapi juga ruang untuk kolaborasi dan pembelajaran. BPR dan BPRS harus mampu tumbuh bukan hanya cepat, tetapi juga sehat, transparan, dan berkelanjutan di tengah tantangan yang ada,” ujar Farid.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang bertujuan memberikan gambaran komprehensif mengenai kondisi, tren, dan tantangan kinerja BPR dan BPRS di Malang Raya dan Pasuruan–Probolinggo sepanjang 2025.

Hasil evaluasi ini , kata dia, diharapkan dapat menjadi rujukan bagi industri untuk semakin memperkuat ketahanan operasional, meningkatkan tata kelola, dan memastikan BPR serta BPRS beroperasi secara sehat, akuntabel, transparan, serta berkelanjutan.

Menurut Farid, BPR dan BPRS saat ini menghadapi dinamika tantangan baik dari kondisi ekonomi global maupun nasional. Selain itu, terdapat tantangan struktural yang masih memerlukan perhatian, seperti permodalan, kualitas tata kelola dan manajemen risiko, kesiapan infrastruktur, serta kontribusi terhadap pemberdayaan sektor UMKM.

Melalui penyelenggaraan evaluasi kinerja tahunan ini, dia menegaskan, OJK Malang menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem perbankan, khususnya BPR dan BPRS.

Dengan kolaborasi regulator, industri, dan pemangku kepentingan lain, diharapkan BPR dan BPRS di wilayah kerja OJK Malang dapat semakin adaptif, berdaya saing, dan berperan lebih besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

#bpr-risiko-kredit #bprs-fintech-channeling #ojk-pengelolaan-risiko #kredit-sindikasi-fintech #fintech-peer-to-peer-lending #bpr-bprs-pertumbuhan-kredit #ojk-malang-evaluasi #bpr-bprs-kinerja-2025 #ojk

https://surabaya.bisnis.com/read/20251203/532/1933749/ojk-minta-bprbprs-perkuat-pengelolaan-risiko-kredit-channeling-via-fintech