Darurat Pangan di Sibolga-Sumut, Gudang Bulog Sarudik Diterobos Warga

Darurat Pangan di Sibolga-Sumut, Gudang Bulog Sarudik Diterobos Warga

Ratusan warga Sibolga terisolasi akibat bencana menerobos Gudang Bulog Sarudik untuk mengambil pangan. Akses darat terputus, bantuan terhambat cuaca ekstrem.

(Bisnis.Com) 30/11/25 10:35 55385

Bisnis.com, MEDAN - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatra Utara membenarkan bahwa Gudang Bulog Sarudik di Sibolga didatangi ratusan warga terdampak bencana sejak Sabtu (29/11/2025) sore. Aksi tersebut terjadi setelah wilayah Sibolga terisolasi akibat banjir bandang dan tanah longsor yang memutus akses masuk dan keluar kota.

Warga yang telah terisolasi sejak Senin (25/11/2025) dilaporkan beramai-ramai menerobos masuk ke gudang. Mereka merobohkan pagar gerbang, merusak gembok, dan mengambil beras serta minyak goreng yang tersimpan di dalam gudang.

“Kami memahami bahwa masyarakat sedang berada dalam situasi darurat akibat bencana banjir yang menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, dan terputusnya akses pangan,” ujar Kepala Bulog Kanwil Sumut Budi Cahyanto, Minggu (30/11/2025).

Hingga hari ketiga pascabencana, bantuan logistik belum dapat disalurkan karena seluruh jalur darat terputus. Upaya pengiriman melalui udara juga terhambat cuaca ekstrem. Kondisi tersebut membuat Sibolga dan sebagian wilayah Tapanuli Tengah berada dalam situasi darurat pangan.

Sebelum kejadian di gudang Bulog, sejumlah ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret di Sibolga juga mengalami aksi serupa. Menyusul laporan itu, Pimpinan Cabang Bulog Sibolga telah berkoordinasi dengan Polres Sibolga dan Kodim Tapanuli Tengah untuk memperkuat pengamanan. Personel Polsek dan Koramil ditempatkan di sekitar gudang, meskipun aparat lebih memprioritaskan penanganan korban bencana.

Kondisi darurat membuat gudang Bulog yang selama ini menjadi pusat distribusi logistik untuk Sibolga dan Tapanuli Tengah menjadi sasaran warga yang mengalami kekurangan bahan makanan selama lima hari terakhir. Aparat yang dikerahkan tidak dapat menghalau massa akibat tekanan kebutuhan pangan.

"Kami memahami masyarakat yang hari ini terdampak bencana, khususnya di Sibolga dan Tapteng. Kami memahami bahwa mereka kesulitan bahan makanan," ujar Budi.

Meski terjadi pengambilan paksa, Budi memastikan persediaan pangan Bulog untuk masyarakat tetap aman. Bulog Sumut masih memiliki stok beras sebanyak 57.000 ton yang akan dikirimkan secara bertahap ke Sibolga dan Tapanuli Tengah.

Saat ini, Kanwil Bulog Sumut dan Kantor Cabang Sibolga masih mendata jumlah beras dan minyak goreng yang diambil massa. Budi menyampaikan bahwa pihaknya belum dapat memperkirakan angka pasti karena komunikasi dengan tim lapangan terkendala gangguan sinyal.

Gudang Bulog Sarudik memiliki kapasitas 3.500 ton. Sebelum insiden terjadi, gudang tersebut menyimpan 2.400 ton beras, 43.000 liter Minyakita, serta sekitar 30 ton gula dalam kemasan karung 50 kilogram.

“Perhitungan jumlah beras dan minyak goreng yang diambil dari Gudang Sarudik masih dalam proses pendataan. Kami meminta dukungan semua pihak agar penanganan pasca kejadian ini dapat berjalan dengan baik dan tepat sasaran demi kepentingan masyarakat yang terdampak,” kata Budi.

#darurat-pangan #gudang-bulog #sibolga-banjir #warga-terisolasi #bencana-sibolga #akses-pangan-terputus #bantuan-logistik #cuaca-ekstrem #kekurangan-bahan-makanan #pengamanan-gudang #stok-beras-bulog #n-a

https://sumatra.bisnis.com/read/20251130/533/1932859/darurat-pangan-di-sibolga-sumut-gudang-bulog-sarudik-diterobos-warga