Penyebab Pendapatan & Laba INET Melonjak Kuartal III/2025

Penyebab Pendapatan & Laba INET Melonjak Kuartal III/2025

Pendapatan dan laba PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) melonjak 195% per September 2025 berkat peningkatan layanan internet.

(Bisnis.Com) 29/11/25 06:15 54528

Bisnis.com, JAKARTA — PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk. (INET) mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba per September 2025 seiring dengan peningkatan layanan jasa internet.

Dalam laporan keuangan yang dirilis, pendapatan INET tercatat sebesar Rp68,60 miliar, melonjak sekitar 195% dari pendapatan tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp23,28 miliar. Pertumbuhan ini turut mengerek laba kotor perusahaan menjadi Rp32,42 miliar, atau naik lebih dari tiga kali lipat dibandingkan tahun lalu.

Secara kontribusi pendapatan dari penyedia layanan internet tumbuh signifikan menjadi Rp67,15 miliar dari sebelumnya hanya Rp23,28 miliar dan periode ini INET membukukan pendapatan dari jasa konstruksi Rp1,44 miliar dimana sebelumnya pos ini tidak ada.

Kinerja operasional juga menunjukkan lonjakan positif. Laba usaha meningkat dari Rp2,49 miliar menjadi Rp25,27 miliar, atau tumbuh lebih dari 900%. Sementara itu, laba bersih mencatatkan kenaikan 819%, dari Rp2,10 miliar menjadi Rp19,37 miliar.

Ebitda perusahaan turut mengalami pertumbuhan signifikan, mencapai Rp35,35 miliar, naik dari Rp4,68 miliar pada periode sebelumnya. Peningkatan Ebitda ini menandakan arus kas operasional yang semakin kuat dan efisien.

Dari sisi posisi keuangan, total aset perusahaan naik hampir dua kali lipat menjadi Rp454,59 miliar, dari sebelumnya Rp229,85 miliar pada akhir 2024. Liabilitas perusahaan juga meningkat menjadi Rp93,07 miliar, naik dari Rp13,98 miliar, seiring ekspansi yang dilakukan perusahaan.

Kendati utang meningkat signifikan, tingkat leverage perusahaan masih berada pada level yang sangat rendah, dengan Debt to Equity Ratio (DER) 0,26 kali, naik dari 0,06 kali pada akhir 2024. Hal ini menunjukkan struktur modal perusahaan tetap sehat dan konservatif.

Manajemen menyampaikan dengan capaian pertumbuhan pendapatan dan laba yang signifikan, PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk menunjukkan momentum pertumbuhan positif yang berpotensi berlanjut hingga akhir tahun.

"Peningkatan aset dan profitabilitas menjadi indikator kuat bahwa perusahaan sedang berada dalam fase ekspansi dan penguatan operasional," paparnya dalam keterangan resmi, Jumat (28/11/2025).

RIGHTS ISSUE

INET berencana untuk mengumpulkan dana hingga Rp3,2 triliun melalui penerbitan saham baru (rights issue), yang secara signifikan memperkuat neraca keuangannya dan mendukung ekspansi jaringan jangka panjang.

Seperti diketahui, Sinergi Inti Andalan Prima akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 12,8 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp250 per saham. Dalam hal ini, PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara (AKUN) yang merupakan pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 60,62% saham INET, berkomitmen menyerap seluruh haknya. AKUN juga siap menjadi pembeli siaga untuk sisa saham yang tidak diambil investor lain.

Dana segar hasil rights issue itu akan digunakan INET untuk mempercepat ekspansi jaringan FTTH berkecepatan tinggi dengan teknologi Wi-Fi 7. Sebanyak Rp2,8 triliun akan dikucurkan ke anak usaha, PT Garuda Prima Internetindo (GPI), untuk menggaet dua juta pelanggan baru di Bali dan Lombok.

Dana rights issue juga akan dialokasikan untuk anak usaha PT Pusat Fiber Indonesia (PFI) sebesar Rp213,44 miliar untuk melunasi biaya sewa jaringan kabel bawah laut (IRU) ke PT Jejaring Mitra Persada (JMP). Lalu, sebesar Rp135 miliar akan dialokasikan ke PT Internet Anak Bangsa (IAB) untuk modal kerja pembangunan FTTH di Pulau Jawa.

#inet #pendapatan-inet #laba-inet #pertumbuhan-pendapatan #layanan-internet #jasa-konstruksi #laba-usaha #laba-bersih #ebitda-inet #total-aset-inet #debt-to-equity-ratio #rights-issue-inet #ekspansi-ja

https://market.bisnis.com/read/20251129/192/1932688/penyebab-pendapatan-laba-inet-melonjak-kuartal-iii2025