Jelang RUPSLB, Patrick Walujo Dikabarkan akan Mundur dari CEO GOTO

Jelang RUPSLB, Patrick Walujo Dikabarkan akan Mundur dari CEO GOTO

Patrick Walujo dikabarkan akan mundur dari CEO GOTO jelang RUPSLB, dengan Hans Patuwo sebagai kandidat pengganti

(Bisnis.Com) 23/11/25 21:36 47449

Bisnis.com, JAKARTA — Direktur Utama alias Chief Executive Officer (CEO) PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) Patrick Walujo dikabarkan akan mundur dari posisinya. Kabar ini mengemuka menjelang pengumuman agenda rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan perusahaan pada Selasa (25/11/2025).

Mengutip laporan Dealstreet Asia pada Minggu (23/11/2025), Patrick disebut akan mundur dari posisi kepemimpinan GOTO. Chief Operating Officer (COO) layanan on-demand (ODS) GOTO, Hans Patuwo digadang-gadang sebagai kandidat kuat pengganti Patrick demi memuluskan rencana merger dengan Grab.

Rumor mundurnya Patrick Walujo, menurut beberapa sumber yang mengetahui informasi ini, telah dikomunikasikan ke investor-investor kunci GOTO dan akan diumumkan kepada karyawan perusahaan pekan ini, dengan kemungkinan pada Senin (24/11/2025) bersamaan dengan town hall.

Ini bukan kali pertama Patrick Walujo dirumorkan akan hengkang dari posisi kepemimpinan GOTO. Mengutip laporan Bloomberg, beberapa pemegang saham GOTO dikabarkan telah menandatangani memo kepada dewan direksi untuk meminta penyelenggaraan RUPSLB, menurut sumber yang mengetahui masalah ini, yang meminta agar identitasnya dirahasiakan karena langkah tersebut belum bersifat publik. Pemegang saham tersebut antara lain SoftBank Group Corp., Provident Capital Partners, dan Peak XV.

Para pendukung, termasuk beberapa pendiri GOTO, mengusulkan pemungutan suara untuk mengganti CEO, yang selama masa jabatannya mengawasi penurunan nilai pasar GOTO lebih dari 40%. Menurut sumber yang sama, Patrick Walujo juga dipandang menentang rencana pengambilalihan perusahaan oleh Grab.

Langkah untuk mengganti Patrick Walujo, yang memimpin GOTO sejak 2023, muncul seiring meningkatnya spekulasi investor bahwa kedua perusahaan besar Asia Tenggara itu akan melanjutkan pembicaraan merger yang dapat merevolusi sektor internet kawasan.

Namun dalam keterbukaan informasi pada 12 November 2025, Direktur dan Sekretaris Perusahaan GOTO RA Koesoemohadiani menjelaskan pelaksanaan RUPSLB pada 17 Desember 2025 tidak terkait dengan rencana tindakan korporasi apapun.

“Penyelenggaraan RUPSLB merupakan bagian dari tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) dan tidak perlu menimbulkan kekhawatiran,” kata Koesoemohadiani, Rabu (12/11/2025).

Dia melanjutkan agenda RUPSLB GOTO akan disampaikan pada 25 November 2025 setelah dilakukan proses penelaahan secara menyeluruh oleh jajaran Direksi, Dewan Komisaris serta komite-komite terkait Perseroan.

Dia mengatakan direktur utama, direksi, dan manajemen terus berkomitmen penuh untuk bertindak secara profesional serta mengutamakan kepentingan GOTO dan seluruh pemangku kepentingan.

Lebih lanjut, GOTO juga menjelaskan pemberitaan media yang menyebut adanya escrow fund sebesar US$300 juta di Singapura, yang dikaitkan dengan rencana transaksi strategis antara GOTO dan Grab serta spekulasi buy out saham GoTo yang dimiliki Telkomsel, GOTO menegaskan informasi tersebut tidak benar.

Koesoemohadiani menuturkan fokus GOTO saat ini tetap pada eksekusi agar dapat mencapai sasaran strategis, guna menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham dan seluruh ekosistem GOTO.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

#patrick-walujo-mundur #ceo-goto #rupslb-goto #merger-goto-grab #hans-patuwo-goto #investor-goto #saham-goto #pemegang-saham-goto #goto-dan-grab #goto-merger #goto-rupslb #goto-ceo-mundur #goto-patrick

https://market.bisnis.com/read/20251123/192/1931023/jelang-rupslb-patrick-walujo-dikabarkan-akan-mundur-dari-ceo-goto