Bahlil Sebut RUPTL 2035 Bidik Hampir 70% Porsi Energi Baru Terbarukan

Bahlil Sebut RUPTL 2035 Bidik Hampir 70% Porsi Energi Baru Terbarukan

Pemerintah Indonesia menargetkan 70% energi baru terbarukan dalam RUPTL 2035, menekankan prioritas energi hijau meski teknologi batu bara modern tetap digunakan.

(Bisnis.Com) 20/11/25 19:08 44904

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen pemerintah untuk memperbesar porsi energi baru terbarukan (EBT) dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) hingga 2035.

Hal itu disampaikannya usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (20/11/2025).

“RUPTL sampai dengan 2035 itu kurang lebih sekitar 69,5 megawatt itu adalah memakai energi baru terbarukan. Karena itu untuk urusan PLTU tidak ada lagi pembangunan yang terlalu banyak, hanya kurang lebih sekitar 30% yang tidak memakai energi baru terbarukan. Sudah tentu pemerintah sangat berhati-hati juga,” ujar Bahlil.

Dia menegaskan bahwa meski pembangkit berbasis batu bara kerap dianggap sebagai sumber energi yang kotor, teknologi modern dapat menekan jejak emisinya.

“Sebenarnya pembangkit batu bara itu bukan berarti kotor seluruhnya. Kalau kita memakai teknologi dengan carbon capture, itu akan mengurangi emisi,” katanya.

Kendati demikian, dia menekankan bahwa arah kebijakan jangka panjang tetap menempatkan energi hijau sebagai prioritas.

“Tetapi di RUPTL kita sampai dengan 2035 itu energi baru terbarukannya hampir kurang lebih sekitar 70%,” tandas Bahlil.

#energi-baru-terbarukan #ruptl-2035 #bahlil-lahadalia #porsi-energi-terbarukan #pembangkit-listrik-ebt #kebijakan-energi-hijau #teknologi-carbon-capture #emisi-pembangkit-batu-bara #energi-terbarukan-i

https://hijau.bisnis.com/read/20251120/652/1930456/bahlil-sebut-ruptl-2035-bidik-hampir-70-porsi-energi-baru-terbarukan