BNI (BBNI) Kucurkan Rp40,7 Miliar Kredit Program Perumahan per Oktober 2025
BNI menyalurkan Rp40,7 miliar Kredit Program Perumahan ke 41 UMKM hingga Oktober 2025.
(Bisnis.Com) 12/11/25 10:28 35998
Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) telah menyalurkan pembiayaan Kredit Program Perumahan (KPP) sebesar Rp40,7 miliar hingga akhir Oktober 2025. Pembiayaan disalurkan kepada 41 pelaku UMKM, baik di sisi pasokan maupun permintaan.
Direktur Commercial Banking BNI Muhammad Iqbal menyampaikan total penyaluran Rp40,7 miliar terdiri dari Rp28,1 miliar untuk sisi supply kepada tujuh pelaku UMKM dan Rp12,66 miliar untuk sisi demand kepada 34 pelaku UMKM.
“Capaian ini setara dengan 15,2% dari total penyaluran KPP nasional yang menurut data Kementerian PUPR telah mencapai Rp267 miliar dengan 117 debitur,” kata Iqbal dalam keterangannya, Rabu (12/11/2025).
Iqbal menuturkan, pada sisi supply, KPP mendukung pengembang, kontraktor, dan pelaku UMKM dalam pengadaan tanah, bahan bangunan, serta barang dan jasa. Kemudian pada sisi demand, fasilitas ini dapat dimanfaatkan untuk membeli, membangun, atau merenovasi rumah maupun toko yang mendukung kegiatan usaha.
Adapun program KPP resmi diluncurkan pada 21 Oktober 2025. Iqbal menyebut program ini hadir untuk memperluas akses pembiayaan di sektor perumahan, sekaligus membantu pelaku usaha memperkuat daya saing di sektor riil.
Mekanisme program KPP serupa dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dia menuturkan, pelaku UMKM dapat mengajukan pembiayaan melalui kantor cabang maupun kanal digital resmi BNI. Proses pengajuan mencakup analisis, persetujuan, dan pencairan dana yang dijalankan berdasarkan prinsip kehati-hatian perbankan.
Dalam menjaga kualitas pembiayaan, Iqbal menyebut bahwa BNI menerapkan berbagai langkah mitigasi risiko. Di antaranya, optimalisasi ekosistem perumahan dengan melibatkan pengembang, kontraktor, dan UMKM bahan bangunan.
Kemudian, sinergi dengan pemerintah daerah serta pengembang untuk memastikan legalitas aset dan kelayakan usaha; hingga penggunaan Risk Acceptance Criteria (RAC) dan Credit Scoring System dalam menilai karakter serta kapasitas calon debitur.
“BNI juga melakukan monitoring portofolio kredit secara berkala agar tetap sesuai dengan profil risiko perusahaan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Iqbal menyebut bahwa perseroan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan asosiasi pengembang di seluruh Indonesia sebagai langkah percepatan.
Adapun perseroan optimistis dapat melampaui target penyaluran KUR Perumahan sebesar Rp250 miliar hingga akhir 2025, dengan porsi Rp100 miliar di sisi supply dan Rp150 miliar di sisi demand.
#bni-kredit-perumahan #bni-kpp #kredit-program-perumahan #bni-umkm #pembiayaan-perumahan #bni-kredit-supply #bni-kredit-demand #kpp-nasional #bni-pengembang #bni-kontraktor #bni-bahan-bangunan #bni-kur