Futura Energi (FUTR) Tunjuk Mantan Kapolri Sutanto jadi Komut, Fokus ke Proyek Geothermal
PT Futura Energi Global (FUTR) menunjuk mantan Kapolri Sutanto sebagai Komisaris Utama, fokus pada proyek geotermal dan PLTS di Bali untuk transisi energi hijau.
(Bisnis.Com) 11/11/25 08:39 34695
Bisnis.com, JAKARTA — PT Futura Energi Global Tbk. (FUTR) merombak jajaran direksi dan komisaris usai melakukan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB), Senin (10/11/2025). RUPSLB ini dilakukan usai Aurora Dhana Nusantara atau Ardhantara mengakuisisi FUTR.
Dalam RUPSLB tersebut, pemegang saham telah menyetujui untuk mengangkat mantan Kepala Kepolisian RI Jenderal Polisi (Purn) Sutanto menjadi Komisaris Utama FUTR menggantikan Khairiansyah Salman selaku Komisaris Utama dan Komisaris Independen. Kemudian Harry Maryanto Supoyo sebagai Komisaris, dan Anggara Suryawan sebagai Direktur Utama (CEO).
Direktur Utama FUTR Anggara Suryawan mengatakan, dengan perpaduan figur senior berintegritas tinggi dan profesional pasar modal berpengalaman, FUTR menegaskan posisinya sebagai emiten energi dengan kepemimpinan kredibel, independen, dan berorientasi global.
"Kombinasi Sutanto, Supoyo, dan Anggara diyakini akan membawa FUTR ke fase pertumbuhan baru dan dapat menjadi katalis transformasi energi hijau di Indonesia dengan tata kelola dan visi kelas dunia," kata Anggara dalam keterangan tertulisnya, Senin (10/11/2025).
Anggara melanjutkan fokus perseroan saat ini tetap pada geothermal karena proyek tersebut sudah dimiliki dan akan menjadi fondasi utama pertumbuhan ke depan.
Menurutnya, reaktivasi eksplorasi geothermal akan mulai dilakukan pada kuartal I/2026. Selain itu, manajemen FUTR juga akan membuat floating solar PV di Bali pada kuartal II/2026.
“Fokus FUTR yang pertama tetap di geotermal karena kami sudah memiliki aset itu. Jadi program pertama adalah reaktivasi eksplorasi geotermal yang akan dimulai di kuartal I/2025. Kami juga akan menunjuk konsultan untuk melakukan studi dan menyusun drilling program,” ujarnya.
Anggara melanjutkan, tahap awal eksplorasi geotermal akan dimulai dengan pengembangan kapasitas 30 megawatt di wilayah Purwokerto, Jawa Tengah, dengan estimasi investasi sekitar US$120 juta.
"Proses pengeboran ditargetkan dapat dimulai pada akhir tahun depan, setelah penyusunan studi kelayakan dan persiapan teknis selesai," ujar Anggara.
Lebih lanjut dia menjelaskan selain geotermal, FUTR juga akan mengeksekusi proyek PLTS terapung (floating solar PV) di kawasan Danau Nusa Dua, Bali, yang direncanakan mulai berjalan pada kuartal kedua 2026.
Proyek PLTS Bali ini merupakan pengembangan dari area showcase G20 yang sudah memiliki infrastruktur awal dan dukungan penuh dari pemerintah daerah.
“PLTS itu relatif lebih cepat, hanya sekitar enam bulan dari persetujuan sampai operasional, karena sifatnya tinggal integrasi ke grid,” jelasnya.
FUTR juga membidik peluang dekarbonisasi berbasis hutan (carbon absorbance) di kawasan Indonesia Timur, tepatnya di sekitar Sulawesi, dengan luas lahan mencapai 70.000 hektare. Area tersebut saat ini tengah dalam proses sertifikasi karbon internasional.
Dengan proyek dekarbonisasi ini, FUTR menargetkan untuk mulai masuk ke bursa karbon pada tahun 2027, sejalan dengan visi jangka panjang perusahaan menuju bisnis energi hijau dan rendah emisi.
“Sekarang sedang dalam tahap sertifikasi, bahkan sudah ada pihak luar negeri yang berminat membeli kredit karbonnya. Tapi kami ingin sebagian tetap dijual di dalam negeri karena banyak perusahaan lokal yang juga wajib membeli,” ungkapnya.
Anggara melanjutkan seluruh proyek tersebut masih dalam tahap pengembangan sehingga belum akan berkontribusi signifikan terhadap pendapatan tahun depan. Namun, tuturnya, manajemen optimistis potensi jangka panjangnya akan sangat menguntungkan karena berbasis energi terbarukan tanpa biaya bahan bakar.
"Ke depannya, ini akan menjadi pondasi penting bagi pertumbuhan berkelanjutan FUTR dan mendukung transisi energi nasional," kata Anggara.
Menurutnya, FUTR ke depan akan fokus pada penguatan portofolio dan penyiapan aset-aset berpendapatan (revenue generating assets) untuk menopang kinerja jangka menengah.
--
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#futura-energi #futr-geotermal #sutanto-komisaris #proyek-geothermal #energi-hijau-indonesia #plts-bali #floating-solar-pv #dekarbonisasi-indonesia #sertifikasi-karbon #bursa-karbon-2027 #energi-terbar